Kans Akhiri Trophyless

0
420
EKSPRESI Lionel Messi setelah gagal membawa Argentina melaju ke final Copa America. Para pemain Brasil merayakan gol Gabriel Jesus

HARIANHALMAHERA.COM– Copa America 2007 adalah gelar mayor terakhir yang diraih Brasil. Itu berarti sudah 12 tahun Selecao puasa juara. Kini, peluang anak asuh Tite untuk mengakhiri trophyless terbuka lebar.

Ini menyusul Tim Samba berhasil melaju ke final setelah mampu mengalahkan rival bebuyutan mereka Argentina dengan skor 2-0 di Estadio Mineirao pagi kemarin. Dwigol dari Gabriel Jesus di menit 19 dan Roberto Firmino di menit 71 membuyarkan ambisi Argentina untuk mengangkat tropi yang terahir kali mereka raih pada tahun 1993.

Dalam duel bertajuk Superclasico de las Americas itu Tim Tango sebenarnya mampu memberi perlawanan sengit kepada tuan rumah sepanjang laga. Dilansir dari WhoScored, Argentina mampu melepas 14 tembakan ke gawang Brasil. Dua di antaranya bahkan menerpa mistar gawang yang dikawal Alisson Backer. Sementara Brasil yang hanya melepas empat tembakan.

“Hari ini cuma kurang beruntung,” terang sang kapten Lionel Messi usai laga.
Bagi La Pulga, julukan Messi, tersingkirnya Argentina di Copa America memperpanjang rekor buruknya bersama tim Tango. Sepanjang gabung timnas senior, superstar Barcelona itu belum sekalipun meraih gelar di mayor turnamen.

Di Copa America 2019, penampilan Messi pun melempem. Dari lima laga yang dilalui, Messi
hanya mampu membuat 16 tembakan dan satu gol,. Seboiji gol itu pun lahir dari titik penalti ketika Argentina melawan Paraguay di matchday kedua grup B (20/6). “Saya harap kami dihormati dan tak dikritik. Mereka seharusnya membebaskan tim dan membiarkannya
berkembang,” pinta Messi kepada para supporter Argentina Pasca kekalahan itu, Messi sendiri pun belum menyatakan sikap apakah akan pension atau tetap membela Timnas di Piala Dunia 2022. “Grup ini luar biasa dan tumbuh, dan kalau saya bisa bergabung dengan mereka, saya akan melakukannya,” katanya menambahkan.

Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni percaya masa depan timnas Argentina bakal cerah jika menilik dari performa mereka saat menghadapi Brasil kemarin. “Kami telah menunjukan bahwa para pemain telah memberika sesuatu yang berbeda dengan
seragam Argentina. Kami telah meninggalkan kesan bagi masa depan timnas Argentina dan hal ini adalah cara yang baik untuk terus melangkah maju,” ungkapnya.

Scaloni juga menilai Messi cukup berkontribusi besar bagi Timnas. Baginya, gol bukan ukuran untuk menilai kontribusi Messi bagi timnas. Sebab, La Pulga tetap menjadi pemain paling vital buat tim sekaligus inspirasi buat pemain lainnya. ’’Jika kalian menyaksikan apa yang diberikan Messi kepada tim di ruang ganti, semua tak akan memberikan kesan negatif buatnya,’’ tutur Scaloni kepada ESPN Deportes.

Di kubu ruan rumah, pelatih timnas Brasil Tite menuturkan hasil positif yang diraih tum
asuhannya memang tak lepas dari perubahan strategi yang dilakukannya untuk mematikan
pergerakan Messi.

“Kami harus mengutak-atik struktur tim, jadi kami memasang Firmino sedikit lebih dekat ke barisan gelandang untuk mengurangi aksinya dan juga untuk mengeksplorasi kecepatan kami.” katanya.

Perubahan itulah yang membuat Messi tidak leluasa. Buktinya, selama tampil 90 menit, Messi cuma empat kali melepaskan tembakan, satu menerpa tiang, satu mencapai sasaran, sisanya melenceng.

“Kami mencetak gol lalu melakukan penguasaan bola lebih sedikit dibandingkan yang biasa
kami lakukan. Tapi, kami menghasilkan efektivitas dan kami tajam,” dia menambahkan. Di
partai final yang akan dihelat di Stadion Maracana 8 Juli mendatang, Brasil akan berjumpa
pemenang laga antara Chile vs Peru (pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here