Olahraga

Melawan Luka di Maracana

×

Melawan Luka di Maracana

Sebarkan artikel ini
Tomas Rincon

HARIANHALMAHERA.COM– Lionel Scaloni berusaha membangkitkan memori di Wanda Metropolitano tiga bulan lalu (23/3). Terlalu bereksperimen dengan formasi 3-4-3, Argentina harus menuai kekalahan 1-3 oleh Venezuela dalam sebuah laga uji coba di kandang Atletico Madrid tersebut.

Scaloni berkaca pada memori tersebut karena Venezuela-lah yang menjadi lawan Argentina
dalam perempat final Copa America 2019 di Estadio do Maracana Sabtu besok (29/6). (live di K-Vision Pukul 04.00 WIT) Tidak seperti di Wanda, pelatih berusia 41 tahun tersebut tahu apa yang harus dilakukan La Albiceleste kali ini. Kemenangan 2-0 atas Qatar dalam matchday terakhir grup B di Arena do Gremio (24/6), seolah Scaloni mulai menemukan wajah sebenarnya dari permainan Argentina.

Duet Lautaro Martinez dan Sergio Aguero adalah salah satu formulasi baru yang diusung
Scaloni. Khususnya menemukan solusi terbaik di sekeliling Lionel Messi. Dia memainkan mereka bersama dalam starting XI. Messi pun beralih ke peran sebagai nomor 10. Peran yang membuat bintang FC Barcelona itu lebih bebas menjelajahi ruang di belakang
Lautaro-Aguero.

Di era Scaloni, itulah kali pertama Messi menjalankan peran nomor 10. ’’Sulit menemukan
permainan seperti itu (kemarin, Red) karena kebutuhan, kewajiban, dan ada ketakutan untuk bermain lepas. Tapi, kami mampu menjalankannya dengan baik dan itu menambah konfidensi kami,’’ tutur Messi seperti dilansir Goal.

Kepada Tyc Sports, Scaloni memberikan sinyal ketertarikannya untuk mempertahankan starting XI melawan Qatar saat menghadapi Venezuela. Khususnya mengusung Aguero dan Lautaro sejak menit awal. ’’Mereka harus sering bermain bersama untuk menemukan keseimbangan.

Kami akan melihat kembali dari rekaman video apa yang masih kurang,’’ tuturnya.
Rencana Scaloni memainkan duet bintang Intermilan dan Manchester City itu mendapat
dukungan dari koran terbitan Buenos Aires, Ole. La Albiceleste sudah menemukan ’’wajahnya’’ di Copa America 2019. ’’Seperti itulah (melawan Qatar, Red) wajah Argentina yang seharusnya di Maracana (melawan Venezuela, Red),’’ tulis Ole.

Maracana seolah digarisbawahi karena di tempat yang sama lima tahun silam Argentina tunduk di tangan Jerman 0-1 dalam final Piala Dunia 2014. ’’Kembali ke Maracana? Itu stadion yang indah meski kami tidak mempunyai memori yang bagus karena Piala Dunia (2014). Tapi, kami akan tetap tenang dan berusaha menampilkan apa yang terbaik dari kami,’’ ucap Aguero yang menjadi bagian skuad Argentina pada Piala Dunia 2014 kepada AS.

Menurut striker Manchester City itu, Venezuela adalah lawan yang rumit. La Vinotinto bukan tim bertabur banyak bintang maupun sarat talenta top yang berkiprah di Eropa. Tetapi, Tomas Rincon dkk selalu menyulitkan tim favorit, termasuk menahan seri 0-0 Brasil di fase grup A.

Bagi Rincon, Argentina sudah kehilangan faktor takutnya berkat beberapa pemain bintang yang dimilikinya. “Yang penting saat ini adalah kerja tim, bagaimana Anda bermain sebagai tim. Kami menghormati semua orang, tetapi kami tidak takut siapa pun,” terang kapten Venezuela itu seperti dikutip AFP. (pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *