Tottenham Hotspur vs RB Leipzig: Beda Generasi Mengadu Referensi

0
561
ADU TAKTIK: Pelatih RB Leipzig Julian Nagelsmann bertemu kali pertama dengan sumber julukannya Jose Mourinho dalam first leg babak 16 besar Liga Champions di Tottenham Hotspur Stadium dini hari nanti (20/2). GETTY IMAGES

HARIANHALMAHERA.COM – Tim Wiese, kiper 1899 Hoffenheim periode 2012–2014, adalah sosok pertama yang menjuluki pelatih RB Leipzig saat ini, Julian Nagelsmann, sebagai ”Baby Mourinho”.
Padahal, saat itu atau enam tahun silam Jose Mourinho sedang berjaya dengan kembali memenangi Premier League bersama Chelsea. Nagelsmann ? Selain masih berusia 26 tahun kala itu, dia hanya berstatus asisten Dar trainer TSG 1899 Hoffenheim Frank Kramer sekaligus pelatih U-19 klub tersebut.
Nagelsmann pun tidak seberapa menanggapinya. Rupanya, julukan itu kemudian seperti doa bagi Nagelsmann. Enam tahun berselang, Nagelsmann bertemu sosok sumber julukannya.
Dini hari nanti (20/2) di Tottenham Hotspur Stadium, Nagelsmann beradu taktik dengan Mourinho yang jadi tactician Tottenham Hotspur dalam first leg babak 16 besar Liga Champions. (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 05.00 WIT).
“Kami tidak memiliki filosofi dan konsep yang sama dalam melihat sepak bola. Tapi diasosiasikan dengannya (memiliki julukan Mini Mourinho, red.) bukan hal buruk,” kata Nagelsmann dalam wawancara dengan The Independent.
Meski bukan salah satu patron kepelatihannya, Nagelsmann berkata mengikuti press conference perdana Mourinho di Spurs. Maklum sosok yang digantikan Mourinho, Mauricio Pochettino, adalah pelatih yang dikaguminya.
“Kalau dibandingkan Mourinho jelas saya tak ada seujung kukunya atas prestasi yang sudah dicapai. Mourinho memenangi 25 trofi sepanjang karirnya dengan dua diantaranya trofi Liga Champions,” tutur pelatih 32 tahun itu. “Namun saya senang karena menemui tantangan menghadapi tim yang dilatihnya,” tambah Nagelsmann.
Kalau bicara trofi maka mengkomparasi Nagelsmann versus Mourinho akan njomplang. Bundesliga U19 musim 2013-2014 adalah prestasi paling mentereng Nagelsmann. Sedangkan Mourinho dikenal sebagai pelatih spesialis pemberi trofi. Sebab dimanapun melatih minimal satu trofi disumbangkan Mourinho buat klubnya.
The Independent menulis kesamaan keduanya adalah memulai karir kepelatihan dari usia muda, memahami pemakaian sports science sebagai kekuatan, percaya pada detail tertentu, dan menjadi asisten sebelum jadi pelatih utama.
“Nagelsmann dan Mourinho sama-sama dapat rekomendasi dari pelatih handal di tim sebelumnya. Thomas Tuchel dan Ralf Rangnick memberi pengakuan pada Nagelsmann sedang Sir Bobby Robson serta Louis van Gaal melabeli Mourinho sebagai ‘the next big thing‘,” tulis The Independent.
BT Sport melabeli pertemuan Nagelsmann dan Mourinho ini sebagai calon bintang versus bintang yang mulai memudar sinarnya. Nagelsmann sejak bergabung dengan RB Leipzig musim 2019-2020 menjadi ancaman serius buat Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund di Bundesliga.
Sementara Mourinho, sejak menangani Manchester United, tuahnya sebagai Raja Midas pemberi trofi mulai hilang. Belum lagi kutukan ‘musim ketiga’ masih berlanjut pada pelatih asal Setubal Portugal saat di United.
“Tentu Jose (Mourinho) masih seorang pelatih hebat. Dia sudah mengalami berbagai jenis situasi di babak-babak menentukan seperti knock-out Liga Champions, sedangkan bagi kami inilah pertama kalinya lolos di fase gugur Liga Champions,” kata Nagelsmann.
Pelatih dengan persentase kemenangan 58,06 di Leipzig itu berharap Mourinho akan menjalankan taktik bertahan dengan dalam serta tak memberi ruang buat pemainnya di area pertahanan di pertemuan dini hari nanti. “Itu tantangan buat kami untuk membongkarnya,” ujar Nagelsmann.
Bild menulis Nagelsmann punya potensi mengejutkan Mourinho. Apalagi Nagelsmann punya kebiasaan mengumumkan starting XI sejam sebelum bertanding. Nagelsmann beralasan hal itu agar membuat semua pemainnya merasa penting dan bersungguh-sungguh dalam latihan.
Mourinho sudah mempersiapkan laga ini sejak jauh-jauh hari. Ketika Leipzib bertemu Bayern Muenchen (10/2) lalu di Allianz Arena. “Saya ingin mengetahui detail-detail apa yang mereka lakukan dalam mempersiapkan diri. Kalian tahu, setiap tim pasti punya cara berbeda dalam latihan sebelum laga dan itu akan menentukan seperti apa permainan kemudian,” kata Mourinho kepada Football London.
Football London menulis pertemuan melawan RB Leipzig akan menjadi ujian apakah permainan pragmatis dan membosankan ala Mourinho masih bisa menang atas pressing ketat dan dinamisme ala Nagelsmann di Leipzig. (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here