PemprovPolitik

Demo Warnai Pelantikan DPRD Malut

×

Demo Warnai Pelantikan DPRD Malut

Sebarkan artikel ini
KECEWA: Aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung dalma IMM Malut di depan gedung DPRD Provinsi Malut kemarin

HARIANHALMAHERA.COM–Setelah melalui rangkaian pemilu yang panjang, 45 calon legislative DPRD Provinsi yang terpilih di Pileg, akhirnya resmi menyandang gelar anggota Deprov. Diantara 45 wakil rakyat Malut yang dilantik berdasarkan SK Mendagri: Nomor 161.82-4316 itu, 33 diantaranya wajah baru, sisanya 12 orang adalah petahana.

Namun begitu, pelantikan anggota Deprov di Sofifi itu tampak berbeda. Dimana, acara
seremonial tersebut diswarnai aksi demo. Aksi yang berlangsung di halaman gedung Deprov di Sofifi itu menuntut program 100 kerja Gubernur Abdul Gani Kasuba dan M Al Yasin Ali (AGK-YA), terutama soal pembangunan Sofifi.

“Dalam 100 hari kerja belum terlihat perubahan dalam periode kedua. Sesuai pengamatan DPD IMM Malut, 100 hari kerja gubernur dan wakil hanya keluar daerah sudah tidak terhitung lagi, atau melakukan perombakan kabinet sebagai bentuk keberhasilan dalam 100 kerja,” ucap Sekertaris umum DPD IMM Malut, Cilfan Djaguna.

Persoalan yang paling terbesar yang kini menjadi pekerjaan rumah (PR) AGK-YA adalah
anjloknya harga komoditi kopra. Yang sebelumnya dijanjikan oleh pasangan AGK-Manthab tapi tidak ada hasilnya. “Ditambah lagi janji Pemprov bahwa anak petani kopra akan dibiayai melalui APBD 2019, fakta hingga saat ini masih digantung,”ucapnya.

Lebih menyedihkan lagi, kata dia, janji agar seluruh ASN menetap di Sofifi, tapi sejauh yang dilihat tidak ada perubahan signifikan. “Maka lewat DPRD periode 2019/2024 baru saja dilantik agar mengawal dan mengontrol visi dan misi Abdul Gani Kasuba-M Al Yasin Ali, agar mereka jangan keluar dari koridor janji pada saat kampanye,”harapnya.

Sayangnya, aksi demo ini berujung kekcewaan. Ini setelah tuntutan massa meminta hearing dengan anggota Deprov yang baru, teranyata, hanya disambut tiga anggota yang keluar menemui masa. Mereka adalah Malik Sillia (PKB), Iskandar Idrus (PAN) dan Sahril Tahir (Gerindra), sementar sisanya kembali ke Ternate.

“Kami sangat kecewa, momentum yang baik ini kami ingin mendengar langsung tanggapan dari anggota yang baru, tapi hanya tiga orang yang keluar menemui Massa aksi,”sesalnya.(tr3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *