Tagih Janji Pemekaran DOB Sofifi

0
816
ILUSTRASI sejumlah speedboat bersandar di pelabuhan Sofifi (Foto : malutpost)

HARIANHALMAHERA.COM– Pemekaran Sofifi menjadi Daerah Otonom Baru (DOB) beberapa tahun belakangan sempat redup, mulai diangkat lagi oleh para tokoh pemuda di empat kecamatan masing-masing Oba, Oba Utara, Oba Tengah dan Oba Selatan.

Digulirkannya kembali pemekaran Sofifi ini mengingat hal tersebut juga pernah dijanjikan Gubernur dan Wagub Malut terpilih Abdul Ghani Kasuba-M AL Yasin Ali (AGK-YA) dalam kampanyenya di Pilkada 2018 lalu.

Mereka menilai, kemengan pasangan yang diusung PDI-P dan PKPI di Pilgub Malut inittak lepas dari dukungan anak muda Sofifi. Karenanya, mereka berharap janji itu harus segera diwujudkan.
“Kami harap ke pak gubernur dan wakil gubernur terpilih mempercepat pemekaran Sofifi, karena DOB Sofifi sudah menjadi denyut untuk memisahkan diri dari Tidore Kepulauan,” terang Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Bukulasa, Rafsanjani Hi Laha.

Kegagalan AGK dan M Natsir Thaib memekarkan Sofifi dalam kurun waktu lima tahun, diharapkan tidak lagi terulang di periode ini. “Kami minta gubernur baru memiliki harapan baru, sehingga DOB Sofifi harga mati untuk segera di mekarkan,” katanya.

Sementara Generasi Muda Oba (Geram) Sukardi Hi Ahmad menyatakan, untuk mendorong pemekaran Sofifi, pemprov sudah sepantasnya membangun komunikasi dengan Pemkot Tikep
serta pihak kesultanan, agar bisa kembali duduk bersama membicarakan masalah DOB Sofifi.

Karena DOB Sofifi bukan sebatas perintah UU, namun bagian dari janji politik disaat kampanye baik Pilgub maupun pemilihan wali kota Tidore 2015 silam. “Dalam waktu dekat Geram Oba juga akan melakukan konsulidasi dan menagih janji kembali walikota dan wakil walikota,”jelasnya.

Dia berharap konsolidasi DOB Sofifi ini masuk dalam 100 hari program kerja AGK-YA. “Bagi kami DOB Sofifi adalah perjuangan yang suci, dan DOB juga harga mati bagi masyarakat di empat kecamatan,”tegasnya.(tr3/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here