Miris! Jemput Pasien Positif Korona di Ternate Pakai Jas Hujan

0
1884
Petugas medis dari Bidokkes Polda Malut mengenakan jas hujan saat turun menjemput pasien postifi Cobid-19 sore tadi (23/3). FOTO ISTIMEWA

HARIANHALMAERA.COM – Pemerintah provinsi (pemprov) Maluku Utara (Malut) masih menganggap remeh ancaman penularan virus korona (Covid-19).

Ini dilihat dari kesiapan Pemprov menyediakan sarana penanganan Covid-19 salah satunya alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di RSUD dr Chasan Bosoirie, Ternate.

Akibat keterbatasan APD pun membuat, tim medis dari RSUD CB yang turun menjemput pasien positif korona di Kelurahan Makasar Timur, Ternate sore tadi, terpaksa menggunakan jas hujan.

Pantauan harianhalmahera di lokasi, tampak petugas medis yang dikawal puluhan aparat kepolisian ini tiba dengan menggunakan jas hujan yang terbuat dari pelatik tipis. Sudah begitu, jas hujan yang dipakai ini pun sobek di bagian belakang.

Baca Juga: Setelah Dipulangkan, Pasien Asal Ternate Ternyata Positif Korona

Kondisi ini membuat proses penjemputan pasien 01 di rumahnya sempat molor beberapa menit mengingat petugas harus kembali mengganti “APD” yang sobek itu. Insiden memperihatinkan itu pun sempat direkam warga dan viral di media sosial (Medsos).

Direktur LSM Rorano Asghar Saleh geram melihat langkah Pemprov menangani ancaman Covid-19. “Saya menangis melihat ini. Apakah Pemprov sudah tidak ada uang membeli APD ?,” katanya via whatsapp.

Ashgar mengatakan, petugas medis yang mengenakan APD lengkap saat mengangani pasien Covid-19 pun ada yang meninggal, apalagi yang tidak dibekali APD yang sesuai standar medis. “Saya sudah berulang-uang kali tegaskan itu (APD, red) tapi kenyataanya tidak diseriusi,” tegasnya.

Dia juga menyayangkan sikap warga yang terkesan acuh dengan ancaman Covid-19. Buktinya mereka bukannya berdiam diri di rumah, malah berbondong-bondong menonton proses evakuasi pasien 01 oleh petugas medis sore tadi. (lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here