Ternate

Orang Tua Pasien Ngamuk di Lokasi Karantina

×

Orang Tua Pasien Ngamuk di Lokasi Karantina

Sebarkan artikel ini
Orang tua pasien Covid saat mengamuk di Hotel Velya Ternate

HARIANHALMAHERA.COM–Insiden penjemputan pasien positif Covid-19 di lokasi karantina oleh pihak keluarga
sebagaimana yang terjadi di Halmahera Barat (Halbar) beberapa waktu lalu, kemarin nyaris terjadi di Kota Ternate.

Peristiwa yang terjadi di Hotel Veliya Ternate itu terungkap lewat tayangan langsung yang beredar di sosial media Facebook. Rekaman berdurasi 5:49 menit itu memperlihatkan salah seorang pria yang mengaku orang tua dari salah satu pasien positif yang tengah dikarantina di
hotel itu meluapkan amarahnya kepada petugas medis yang ada di Hotel Veliya.

Dalam peristiwa yang disiarkan langsung oleh akun FB atas nama Mentari Hi Aba itu, sang orang tua pasien juga meminta tim gugus tugas (gustu)untuk memperlihatankan hasil laboratorium yang menunjukan jika anaknya benar-benar positif Covid.

Sebab, selama menjalani karantina selama 41 hari, tidak ada rekaman medis yang diperlihatkan gustu baik
kepada pasien maupun keluarga pasien.

“Kase pulang saya punya anak, dia dalam keadaan sehat-sehat, jangan mainkan kami, tidak masuk akal dari tanggal 27 Mei ambil sample tapi sampai sekarang belum ada hasil, baru alasan catridge habis,” teriaknya.

Dia mengaku terhitung selama 41 hari pihak keluarga harus menunggu tanpa keterbukaan status anaknya. “Masa hasil lab tidak kasih tahu. Kalian kase habis dana untuk apa? Bikin apa kalian kase tinggal mereka di hotel sudah 41 hari betul, kerja tidak betul semua,” semprotnya.

Sementara, Iki, salah satu keluarga pasien, yang dikonfirmasi mengaku selama berada di Hotel Velliya, tidak ada satupun pihak dari gugus yang datang memberikan penjelasan.

Petugas yang ada di hotel tidak bisa memberikan keluarga dengan alasan tidak memiliki kewenangan. “Kita butuh petugas gugus Kota yang mampu bicara soal ini, bukan dikirim orang yang tidak punya kapasitas, kalau mereka datang untuk memantau situasi dan kondisi boleh saja, tapi
untuk menyampaikan informasi hasil buka  kewenangan,”katanya.

Dia mengaku keluarga berhak tau atas hasil laboratorium . “Kita ini keluarga pasien kita berhak atas hasil lab, tidak pernah diberikan dan hanya surat keterangan. Itu yang kami coba telusuri pedoman penaganan Covid-19, bahwa OTG itu bisa karantina di rumah, kenapa harus
ditampung di hotel semua,”ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya akan legowo dan mmathui patuhi protap penaganan Covid-19, hanya saja dirinya pertanyakan transparasi perkembangan anaknya. “Kita punya anak disini, kita butuh informasi perkembangan terhadap anak kita yang disini, jangan ditutup-tutupi, status kesehatan anak saya itu harus dijawab dengan hasil lab bukan dengan surat keterangan,”kesalnya.

Sementara juru bicara Covid-19 Ternate dr. Muhammad Sagaf lempar tanggungjawab. “Saya kira itu ditindaklanjuti oleh kepala pengendalian dan operasional gugus tugas COVID-19 Kota Ternate,” singkatnya (tr3/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *