Pemkot Bakal Rekrut 100 Guru PTT

Untuk Penempatan di Tiga Kecamatan Terluar

0
223
Ilustrasi guru (Foto:Net)

HARIANHALMAHERA.COM–Meski tahun ini Pemkot tidak membuka rekrutmen CASN, namun krisis guru yang terjadi di beberapa sekolah di kecamatan terluiat membuat Pemkot berencana merekrut guru pegawai tidak tetap (PTT) dengan kuota yang disediakan sebanyak 100 orang.

100 guru kontrak yang direktur ini nantinya akan ditempatkan mulai di pendidikan anak usia dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pulau Hiri, Moti dan Batang dua.

Plt Kadisdik Ternate Bahtiar Teng menuturkan, sarjana jurusan guru di ternate cukup banyak, sehingga dengan adanya 100 tenaga guru kontrak ini, diharapkan mampu mengurangi ruang bagi para sarjana guru untuk terus mengembangkan ilmunya.

Dalam rekrutmen guru Kontrak ini, Pemkot lebih memprioritaskan warga dari ketiga kecamatan tersebut. “Jangan sampai mereka di Kecamatan itu berkencan ke Ternate dan sudah lupa balik ke wilayah untuk melaksanakan tugas mereka,” selorohnya.

Saat ini tenaga guru sangat dibutuhkan khususnya di jenjang SD yakni guru agama, penjas dan guru kelas. Sementara untuk tingkat SMP ada pada tenaga guru seni budaya. “Semoga dengan ini bisa menjawab masalah pendidikan di tiga kecamatan tersebut,”ujarnya.

Wali Kota M Tauhid Soleman mengaku, rekrutmen guru dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) masih dikaji terutama dari sisi ketersediaan anggaran. Namun, rekrutmen guru ini juga  merupakan kondisi urgensi yang harus dilakukan.

“Insya Allah semua ada jalan. Karena, pengangkatan guru PTT yang direncanakan termasuk juga untuk pemenuhan kebutuhan guru di kecamatan-kecamatan terluar, seperti Hiri, Batang Dua dan Pulau Moti,”paparnya.

Karena ini sesuai dengan apa yang diinginkan Wakil Wali kota bahwa pendidikan adalah yang utama dari pembangunan manusia yang merata. “Rekrutmen ini  tidak begitu saja direncakan tapi ada tujuannya, untuk kepentingan masyarakat secara menyeluruh,”pungkasnya.

Rekrutmen guru kontrak ini pun menuai sorotan dari Komisi II DPRD Ternate. Ketua Komisi II Mubin A. Wahid menilai rencana ini bakal menimbulkan masalah baru.

Sebab di lain pihak saat ini Pemkot baru saja memberhentikan 80 Satgas Pasar karena alasan anggaran. “Bayangkan saja, pemberhentian 80 orang Satgas pasar karena alasan anggaran, kenapa pemerintah malah mau mengangkat 190 tenaga guru PTT. Nanti dibayar pake apa? Makanya pemerintah harus berhati-hati, jangan menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah baru,”tegasnya.

Krisis guru yang terjadi saat ini dan solusi pengangkatan guru PTT itu juga penting, namun Pemkot juga harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

“Pengangkatan guru PTT itu juga penting, tetapi pemerintah bilang sendiri bahwa keuangan daerah saat ini terbatas, makanya kita khawatir jangan sampai gaji para guru PTT itu tidak bisa dibayar kemudian jadi masalah lagi,”sebutnya.

Pengangkatan guru kontrak dan PTT juga harus dipertimbangkan aspek kemanusiaanya, dalam hal ini masalah gaji. Sebab dari dulu gaji PTT hanya Rp 1 juta lebih per bulan.

“Upah minimum Kota Ternate sekarang kan sudah Rp 2 juta, masa gaji PTT Rp 1 juta terus. Itupun untuk yang berijasah sarjana, kalau SMA hanya Rp 900.00 per bulan,”tukasnya.(tr-4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here