Bantuan Truk Sampah dari Harita jadi Cindera Mata

0
89
Penyerahan piagam penghargaan kepada Maneger PT Harita Nickel disela-sela dialog tentang persampahan

HARIANHALMAHERA.COM–Meski hanya bertugas sementara waktu sebagai Pj Wali Kota Ternate, Hasyim Daeng Barang (HDB) tetap memanfaatkan jabatannya sebagai kepala Dinas ESDM Malut untuk membenahi persoalan yang tengah dihadapi Pemkot Ternate.

Salah satunya masalah minimnya armada sampah. Dengan terbatasnya APBD Ternate, sebagai Kadies ESDM, Hasyim yang memiliki hubungan kuat dengan perusahaan tambang di Malut pun meminta dukungan dari perusahaan tambang.

Hasil lobinya pun berbuah hasil. Kemarin, Pemkot pun mendapat bantuan satu unit truk sampah dari PT Hatrita Nickel, Perusahaan yang beroperasi di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

Bantuan itu diserahkan langsung Manager Harita Grup Sotiyobudi kepada Hasyim disela-sela dialog pengelolaan sampah yang digelar Royal  Resto, Rabu (14/4).

Hasyim mengatakan, upaya menghadirkan satu unit truk sampah itu, selain menjawab kebutuhan armada sampah, paling tidak ini juga menjadi tanda mata darinya untuk warga Ternate sehingga tidak terkesan selama bertugas tidak memberikan manfaat apa-apa.

Selain dari Harita Grup, Hasyim juga meloby dukungan bantuan armada sampah kepada dua perusahaan lainnya yakni PT. NHM dan PT.IWIP. Hanya saja, belum ada tangggapan resmi.  “Saya turut memberikan apresiasi kepada PT. Harita yang juga memberikan perhatian serius terkait penanganan sampah di Kota Ternate,”katanya.

Sebagai cerminan di Malut sekaligus pintu masuk bagi para pekerja tambang hingga masyarakat dari luar daerah, tentunya aspek kebersihan menjadi indikator penilaian tersendiri.

Bila wajah kota terlihat kotor dan dipenuhi sampah, tentu menimbulkan citra kurang baik. Alasan itulah membuat Hasyim mengambil inisiatif menyurat ke sejumlah perushaan tambang. Mengingat salah satu kendala pengelolaan sampah di Ternate lebih kepada ketersediaan armada  yang belum memadai.

Disamping itu juga Ternate kini masuk dalam pilot Projet pengelolaan sampah energi dan bio teknologi. Hal inilah yang tentunya perlu didorong kedepan, mengingat sisitem pengelolaan sampah di TPA yang belum ada teknogi, agar kedepan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pengelolaan sampah bio gas maupun energi pembangkit tenaga listrik. “Selain penyiapan sarana infastruktur,kita juga sudah menyiapkan lahan seluas 2  hektar di TPA,”tambahnya.

Penetapan Ternate sebagai pilot Projet pengelolaan sampah energi dan bioo teknologi turut mendapat apresiasi akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Subhan Petrana.

Dikatakan, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, tentunya harus ada solusi terkait penanganan sampah di Ternate yang dalam sehari bisa mencapai 100 ton. Dengan asusmsi 20 persen sampah luar yang tidak bisa diangkut, sehingga kerap menumpuk di barangka bahkan disejumlah titik. Mengatasi persoalan sampah ini solusinya kata dia yakni mengintegrasikan pengembangan manajamen sampah menjadi biogas yang bisa digunakan untuk membantu ibu rumah tangga (IRT).

Selain itu bisa juga bisa berfungsi sebagai siklus ekonomi ketahanan pangan atau pakan ternak. “Dari sampah biogas ini juga dalam skala besar bisa digunakan sebagai energi pembangkit listrik. Tentunya terobosan seperti ini yang perlu dikembangkan kedepan,,” tukasnya.(tr4/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here