HARIANHALMAHERA.COM– oknum anggota TNI AD inisial Pratu, SB, yang diduga aniaya seorang warga bernisial SU hingga berujung meninggal dunia di RSUD Sanana pada Minggu (22/3) pekan kemarin, telah digiring ke Kota Ternate oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) XV/1 Ternate.
Beruntung, kedatangan Pratu. SB di pelabuhan Ahmad Yani Ternate pada Selasa (24/3), dengan menggunakan KM Uki Raya, itu dapat pengawalan ketat dari aparat TNI dan sejumlah anggota kepolisian, sehingga tidak terjadi insiden yang merugikan. Sebab, setiba di pelabuhan tersebut, ternyata sejumlah keluarga korban sudah menunggunya hingga suasana pun sempat tegang lantaran keluarga tersulut emosi, sehingga nekat teriaki pelaku sebagai pembunuh.
Sebelumnya aksi dugaan penganiayan brutal terhadap korban SU, terjadi di Desa Umaloya, Kabupaten Kepulauan Sula, pada Sabtu malam (21/3). Korban pun dilarikan ke RSUD Sanana setelah insiden, namun sehari kemudian, tepatnya pada Minggu 22/3), korban dikabarkan telah meninggal dunia.
Kini, Pratu. SB langsung dijebloskan ke sel tahanan Denpom XV/1 Ternate untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, pihak keluarga juga melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Kepulauan Sula dan berharap pelaku dihukum seberat-beratnya.
“Kami menuntut keadilan. Ini bukan sekadar penganiayaan, ini sudah merenggut nyawa. Pelaku harus dihukum setimpal,”tegas salah satu keluarga korban.(red)












