Maluku UtaraOlahragaTernate

Pemprov Malut Launching Logo-Maskot Porprov V 2026

×

Pemprov Malut Launching Logo-Maskot Porprov V 2026

Sebarkan artikel ini
Gubernur Malut, Shrely, saat serahkan maskot dan logo Porprov V ke Bupati Halut

HARIANHALMAHERA.COM– tahapan pelaksanaan Porprov V 2026 telah direalisasi, dimana pada Minggu (12/4) akhir pekan kemarin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) telah secara resmi meluncurkan (launching) logo dan maskot invet rutin tahunan tersebut di pantai Falajawa, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate.

Prosesi peluncuran bertajuk “Malut Bangkit Juara” itu dipimpin langsung oleh Gubernur Malut, Sherly T joanda Laos. Suasana di pantai pun tampak meriah dan penuh semangat lantaran ikut dihadiri Wagub Malut, Hi. Sarbin Sehe dan sejumlah unsur Forkopimda hingga kepala daerah se-Malut.

Maskot dan logo Porprov tersebut pun diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Malut pada Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua sekaligus sebagai Ketua KONI Halut sebagai simbol kesiapan Kabupaten Halut telah menjadi tuan rumah Poprov V 2026.

Gubernur Sherly Tjoanda, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ivent Porprov V sendiany menjadi momentum penting bagi kemajuan olahraga daerah. “Porprov V ini kita harapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga di daerah. Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan meningkatkan prestasi atlet Maluku Utara,”katanya.

Ketua Panitia Porprov V Malut 2026, Makmur Gamgulu, juga mengatakan bahwa berbagai persiapan terus dimatangkan guna memastikan pelaksanaan berjalan optimal. “Kami terus mematangkan berbagai aspek teknis dan koordinasi lintas sektor, termasuk kesiapan Kabupaten Halmahera Utara sebagai tuan rumah, agar pelaksanaan Porprov berjalan optimal,”ujarnya.

Sementara itu, Bupati Halut, Dr. Piet Hein Babua, menuturkan bahwa bumi Hibualamo pastikan sangat siap menyambut ajang olahraga tersebut dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan.

“Halmahera Utara siap menjadi tuan rumah Porprov dengan berbagai persiapan yang telah dijalankan, mulai dari terbentuknya panitia, kesiapan sarana olahraga, venue pertandingan, hingga fasilitas bagi kontingen dan masyarakat, dan Halut menjadi contoh bahwa kegiatan olahraga bisa berjalan secara murni, tanpa merugikan pihak lain,”tuturnya.(red)

Tinggalkan Balasan