HARIANHALMAHERA.COM– keresahan masyarakat yang bermukim di dataran tinggi Halmahera Barat (Halbar) soal krisi air bersih yang bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), ternyata tak dibantah oleh manajemen PDAM Jailolo. Namun, pihaknya menyebutkan bahwa akibat krisis air tersebut bukan soal pelayanan buruk melainkan dampak dari kemarau panjang.
Direktur PDAM Jailolo, Robert Fadly, pun menegaskan bahwa gangguan distribusi air bersih yang dialami pelanggan belakangan ini, bukan disebabkan oleh buruknya manajemen pengelolaan perusahaan, melainkan murni faktor alam yang memicu penurunan debit air di sumbernya.
“Saat ini tekanan air sudah menurun dan volumenya pun berkurang signifikan, sehingga berdampak langsung pada wilayah pemukiman yang berada di dataran tinggi, jadi pelanggan yang tidak lagi terlayani secara normal ini murni factor alam bukan soal buruknya manajemen,”katanya, Jum’at (7/8).
Untuk menyiasati wilayah yang tidak terjangkau pipa akibat penurunan tekanan tersebut lanjutnya, PDAM Jailolo telah siagakan mobil tangka, yang mana dari dua unit armada dimiliki, hanya satu unit yang dapat beroperasi penuh, karena satu unit masih dalam proses perbaikan. “Nah kondisi armada yang terbatas ini, cukup menyulitkan mobilisasi penanganan, terlebih lagi keluhan krisis air tidak hanya datang dari pelanggan tetap, tetapi juga dari desa-desa yang belum memiliki jaringan perpipaan,”ungkapnya.
“Ada beberapa desa di luar jaringan perpipaan yang ikut terdampak kekeringan hebat, seperti Desa Idamdehe, Desa Saria, hingga Desa Nanas di Kecamatan Ibu Selatan, serta beberapa desa lainnya. Mereka sudah kami layani, namun jangkauannya memang terbatas karena kendala armada,”sambungnya,
Kendati demikian menurutnya, PDAM tetap terus melakukan berbagai langkah teknis darurat untuk penuhi kebutuhan air bersih, yang salah satunya telah dilakukan penerapan sistem buka-tutup alir per jam di kawasan Hoku-Hoku. “Tim teknis kami langsung turun ke Hoku-Hoku untuk penanganan perbaikan. Alhamdulillah, meskipun debit air turun, penggunaan sistem rekayasa jam alir ini sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar, walaupun kami sadari belum sepenuhnya memuaskan,”terangnya.
Melihat kondisi darurat kemarau yang makin meluas, Direktur Robert, menuturkan bahwa telah usulkan adanya ruang rapat koordinasi bersama Pemda Halbar guna memitigasi bencana kekeringan ini secara berkelanjutan dan tentunya berharap adanya dukungan dana operasional tambahan dari Pemda untuk mengoptimalkan armada dan jangkauan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
“Secara teknis PDAM sangat siap membantu masyarakat. Namun, kami juga berharap ada perhatian dan topangan dari pemerintah daerah agar mobilisasi dan pelayanan operasional kami bisa lebih maksimal,” tuturnya.
Direktur PDAM Jailolo pun menyampaikan permohonan maaf pada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi, sembari mengimbau warga untuk tidak ragu melapor melalui daftar pengaduan resmi yang telah dibuka oleh PDAM. “Kami memohon maaf atas pelayanan yang belum maksimal saat ini. Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan agar mempergunakan air secara bijak dan hemat selama kemarau berlangsung. Nanti jika kondisi debit air sudah kembali normal, silakan dimanfaatkan seperti biasa,”imbuhnya.(rul)












