Halbar

Temui Warga Bataka-Tuguis Pasca Bentrok, Wabup Halbar Ajak Jaga Kedamaian

×

Temui Warga Bataka-Tuguis Pasca Bentrok, Wabup Halbar Ajak Jaga Kedamaian

Sebarkan artikel ini
Wabup Halbar, Djufri Muhammad, turun temui warga pasca bentrok

HARIANHALMAHERA.COM– upaya mediasi pascabentrokan antarwarga Desa Tuguis, Kecamatan Ibu Utara, dan Desa Bataka, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, hingga Senin (3/8/2026) belum membuahkan hasil. Alhasil, Wabup Halbar, Djufri Muhammad, pun turun gunung untuk bantu selesaikan

Tak tanggung-tanggung, orang nomor dua Pemda Halbar bersama rombongan TNI-Polri pun turun ke lokasi untuk cari solusi atas masalah bentrokan tersebut dengan berupaya mempertemukan kedua belah pihak guna mengakhiri konflik yang pecah usai pertandingan sepak bola dalam ajang Sotus Open Tournament 2026, beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan itu, Wabup Halbar menyampaikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban luka, baik luka ringan maupun luka berat asal Desa Bataka, akan ditanggung oleh Pemda Halbar.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Bataka, Fransiscus Roy, mengakui bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan damai yang berhasil dicapai antara kedua desa.”Untuk mediasi antar desa sampai saat ini belum berhasil,” kata Fransiscus.

Selain itu lanjutnya, pemda juga meminta agar seluruh kendaraan milik warga Bataka yang mengalami kerusakan saat bentrokan didata untuk ditindaklanjuti, serta kendaraan yang sempat tertinggal di Desa Soa Sangaji dan Desa Tuguis dikembalikan kepada pemiliknya.

“Pak Wakil sudah menyampaikan di hadapan warga Desa Bataka bahwa motor yang tertinggal di Desa Soa Sangaji dan Tuguis sudah dikembalikan ke Desa Bataka. Korban luka dari Bataka juga diarahkan untuk mendapatkan perawatan medis yang menjadi tanggung jawab Pemda.Sementara kendaraan yang mengalami kerusakan diminta untuk didata terlebih dahulu,”ujarnya.

Fransiscus menjelaskan, situasi keamanan di Desa Bataka mulai berangsur kondusif meski belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, masyarakat masih berharap Bupati Halmahera Barat dapat turun langsung memediasi kedua belah pihak agar perdamaian segera terwujud. “Situasi sudah mulai reda sedikit. Kami juga terus berusaha secara bertahap untuk menenangkan keadaan. Warga berharap Bupati bisa turun langsung melakukan mediasi dan bertemu dengan masyarakat Desa Bataka,” katanya.

Berdasarkan pendataan sementara pemerintah desa, jumlah korban dari Desa Bataka mencapai 23 orang yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Bentrokan terjadi sesaat setelah pertandingan sepak bola antara tim Desa Soa Sangaji Nyeku melawan tim Desa Bataka di Lapangan Soa Sangaji, Desa Tuguis, pada Minggu (2/8/2026) kemarin. Pertandingan yang dimenangkan tim Soa Sangaji Nyeku, itu berakhir ricuh setelah wasit meniup peluit panjang. Keributan yang bermula di dalam lapangan kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antarwarga.

Insiden tersebut mengakibatkan puluhan warga mengalami luka-luka dan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan. Hingga kini aparat keamanan bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat masih melakukan berbagai langkah untuk menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan.(rul)