Tol Laut Stop, Harga Bapok Naik

0
555
SEPI: Kapal tol laut yang sandar di Pelabuhan Halut, usai diresmikan Presiden Jokowi, lalu. FOTO MALUT POST

HARIANHALMAHERA.COM— Terhentinya aktivitas kapal tol laut di demaga Tobelo, ternyata berdampak buruk pada harga barang, terutama bahan ketubuhan pokok (bapok) dan barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Buktinya, harga gula, bawang, dan beberapa bahan lainnya mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi.
Pantauan pasar kemarin, harga gula satu karung (50 kg) yang sebelumnya hanya Rp 670 ribu naik menjadi Rp 720 ribu. Untuk eceran, bervariasi mulai dari Rp 15-16 ribu per kg.
Demikian juga harga bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya Rp 35 ribu per kg naik menjadi Rp 45 ribu per kg. Perubahan harga juga terjadi pada tomat dari Rp 5.000 per kg menjadi Rp 8.000 per kg. Bahkan ada pedagang yang menjualnya dengan Rp 10 ribu per kg.
Mencermati kondisi pasar, Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Halut Muksin Mustika mengakui, kenaikan harga bapok tidak hanya terjadi saat kekurangan stok. Menurutnya, biaya pengiriman barang hingga angkutannya juga turut mempengaruhi.
“Memang sejak kapal tol laut tidak masuk atau beroperasi lagi di dermaga Tobelo, membawa dampak cukup signifikan pada harga barang,” katanya, Selasa (11/2).
Dijelaskan, para pedagang terutama agen atau distributor barang terpaksa menaikan harga barang, karena mereka terbebani biaya kapal hingga biaya bongkar muat barang yang cukup besar. “Agen barang mengakui tertekan dengan ongkos kapal, bongkar barang dari kapal kemudian angkut dibawa ke gudang. Tentunya pemerintah akan mencari solusi, seperti bekerja sama dengan kapal tertentu untuk atasi masalah ini,” tandasnya.(dit/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here