Premier League Mundur Sampai Akhir April

0
503
SEPI: Situasi Old Trafford, kandang Manchester United setelah Premier League memperpanjang penundaan kompetisi akibat Covid-19 hingga 30 April mendatang. GETTY IMAGES

HARIANHALMAHERA.COM – Penikmat Premier League harus menahan kesabaran lebih lama untuk menyaksikan lagi kompetisi teratas Inggris itu bergulir. Tadi malam (19/3) regulator Premier League (PL) memutuskan untuk memperpanjang periode rehat kompetisi akibat pandemi Covid-19. Dari semula 3 April menjadi 30 April.

Keputusan PL diambil berdasar kesepakatan dengan English Football League (EFL) selaku pengelola Championship, League One, serta League Two dan The Football Association (FA atau PSSI-nya Inggris). Jadi, selain Premier League, semua agenda pertandingan sepak bola di Inggris lainnya juga stop sampai akhir bulan depan.

Dalam rilis resminya, pihak PL, EFL, dan FA bersama Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) dan Asosiasi Manajer Liga (LMA) memahami bagaimana pandemi Covid-19 termasuk force majeure yang belum tahu kapan akan tertangani dengan baik.

”Kami bersatu dalam sebuah komitmen untuk mencari solusi supaya kompetisi2019–2020 terselesaikan. Kami juga memastikan semua kompetisi domestik, piala domestik, dan kompetisi Eropa bisa dimainkan secepatnya dalam kondisi aman dan memungkinkan,’’ tulis lima pihak tersebut sebagaimana dilansir Sky Sports.

Lima elemen kompetisi sepak bola Inggris itu juga memberikan apresiasi terhadap keputusan UEFA memundurkan jadwal Euro 2020 menjadi musim panas tahun depan (12 Juni–12 Juli 2021). Langkah tersebut diklaim telah ”menyelamatkan” kompetisi domestik Eropa secara keseluruhan. ”Dengan memundurkan setahun, ada ruang dalam kalender kompetisi yang memastikan liga dan piala domestik selesai. Pun demikian dengan dua kompetisi antarklub di Eropa (Liga Champions dan Liga Europa, Red),’’ tambah lima pihak tersebut.

UEFA dalam kesepakatan dengan 55 anggotanya Selasa lalu (17/3) memang berharap kompetisi domestik di Eropa tuntas pada 30 Juni mendatang. Hanya, UEFA tidak membatasi kapan kompetisi setelah break bakal bergulir kembali.

Meski begitu, keputusan bahwa sepak bola di Inggris dimulai tak lebih cepat dari 30 April belum klir terkait kelanjutannya. Apakah akan digelar secara tertutup alias tanpa penonton atau rumor dimainkan di tempat netral (kawasan Midlands). ”Kami akan mengikuti saran pemerintah tentang keberadaan kerumunan massa di stadion dan kami akan berkolaborasi untuk menjaga situasi tetap dalam prosedur keamanan maupun kesehatan secara luas,” tulis lima pihak soal penonton.

Secara terpisah, Arsene Wenger, chief of global football development FIFA yang mantan pelatih Arsenal dalam dua dekade, menyetujui proses dimulainya kompetisi di Inggris bukan awal April. ”Seandainya musim harus diselesaikan tanpa penonton pun, saya pikir tetap menjadi kredit besar mengingat situasi yang tak menentu seperti sekarang ini,’’ tutur Wenger kepada talkSport. ’’Bahkan, sepanjang karir melatih saya, belum pernah ada situasi sepelik ini,” tambah pria 70 tahun itu.

Menurut Wenger, pandemi Covid-19 yang per kemarin sudah mencapai 207 ribu kasus di seluruh dunia serta mengakibatkan 8.600 orang meninggal tak bisa diprediksi apakah awal Mei kondisinya bakal normal. Yang bisa dilakukan tentu menunggu.

Terlepas adanya pengunduran rehat kompetisi, beberapa klub Premier League tetap merencanakan untuk menggelar kembali latihan akhir bulan ini. Di antaranya, Arsenal, Bournemouth, Crystal Palace, West Ham, dan Wolverhampton Wanderers. Hanya, sebagaimana diklaim The Sun, mayoritas pemain sangat mungkin masih memilih menjalani program latihan individu. Terlebih, program latihan dari klub tetap bisa dilahap pemain meski disampaikan via surel maupun aplikasi WhatsApp. (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here