Soroti Kebijakan Premier League

0
426
SEPI: Situasi Old Trafford, kandang Manchester United setelah Premier League memperpanjang penundaan kompetisi akibat Covid-19 hingga 30 April mendatang. GETTY IMAGES

HARIANHALMAHERA.COM – Di antara lima liga elite Eropa, baru Premier League yang mengumumkan pengunduran periode jeda kompetisi diperpanjang hingga akhir April. Meski sudah dimundurkan karena situasi pandemi Covid-19, FIFA menilai kebijakan tersebut tidak pas.

Kepala Komite Medis FIFA Michel D’Hooghe seperti dikutip Daily Mail kemarin (22/3) mengatakan, keputusan regulator Premier League terlalu tergesa-gesa. Memang kompetisi bisa saja dimulai pertengahan Mei, tapi menurut D’Hooghe klub-klub pasti sudah persiapan di waktu sebelumnya.

”Sangat terburu-buru kalau menurut saya. Saya memang tak bisa menerawang apa yang akan terjadi di masa depan. Melihat situasi saat ini, memutar liga pertengahan Mei jelas berisiko bagi kesehatan semuanya. Dan ingat kapan pandemi ini akan berpuncak, tak ada yang tahu,” kata D’Hooghe.

Mantan presiden Asosiasi Sepak Bola Belgia (KBVB) itu melanjutkan, bahkan jika kompetisi dilanjutkan dengan tertutup, tidak ada jaminan isolasi dalam upaya meminimalkan persebaran Covid 19 berjalan 100 persen. ”Tiga pekan sebelum kompetisi dimulai, para pemain, staf, dan pelatih bertemu, lalu berinteraksi di ruang ganti. Mereka mandi, mungkin tidak bersalaman, namun siapa bisa menjamin mereka ke depan?” tambah D’Hooghe.

Seharusnya, bukan cuma aspek ekonomi yang dilihat sebagai pertimbangan utama menggulirkan sepak bola. Justru aspek kesehatan serta keselamatan pemain, pelatih, staf, dan suporter yang dinomorsatukan.

”Otoritas yang lebih besar dari ini (domestik, Red) bisa mengontrolnya. Namun, sepertinya mereka memilih tidak melakukannya,” tutur D’Hooghe. ”Kalian bisa memilih salah satu yang lebih urgen saat ini, uang atau kesehatan,” tambah D’Hooghe.

Daily Mail menulis D’Hooghe secara tersirat menyerang UEFA yang pekan lalu (17/3) menggariskan kompetisi domestik rampung tidak lebih molor dari 30 Juni. UEFA bahkan sudah mengumumkan tanggal pengganti final Liga Champions dan Liga Europa dari akhir Mei menjadi akhir Juni ini. ”Dengan rilis jadwal final kedua kompetisi Eropa, hal itu seperti alarm bagi pengelola domestik untuk menyusun dan mengatur ulang agendanya,” tulis Daily Mail (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here