Halteng

Air Mata Elang di HUT ke-30 Halteng

×

Air Mata Elang di HUT ke-30 Halteng

Sebarkan artikel ini
Bupati Edi Langkara menerima penyerahan bendera pusaka di upacara HUT Halteng ke-30 Sabtu pekan kemarin.

HARIANHALMAHERA.COM–Ulang tahun ke-30 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) yang jatuh pada Sabtu (31/10) pekan kemarin, dirayakan penuh khidmat oleh Pemkab beserta seluruh warga kabupaten yang dijuluki bumi Fagogoru itu.

Bahkan, di hari yang pernuh sejarah itu begitu penuh emosional bagi Bupati Halteng Edi Langkara. Orang nomor satu yang akrab disapa Elang itu pun sampai menitikan air mata ketika membaca sambutan capaian pembangunan 3 tahun kepemimpinannya bersama Abd Rahim Odeyani (Elang-Rahim).

Menurut Bupati, selama kurang lebih tiga tahun ini, banyak perubahan yang telah terjadi. Mulai dari terbukanya akses transportasi laut dan darat, dari Weda ke Patani-Gebe dan sebaliknya.

Bahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, kini telah hadir tol laut dari Weda ke Surabaya. “Elang-Rahim berkomitmen pembangunan akan terus dipacu, untuk menjangkau dan mengangkat derajat seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan suku dan agama, serta warna-warninya pilihan politik,” kata Elang sambil meneteskan air mata.

Suasana Tausiah dan Zikir Akbar yang dipusatkan di Pendopo Falcino, Weda Jumat (30/10). Acara keagamaan ini menghadirkan KH Abah Raudah Bahar Al Bakrie

Upacara HUT ke-30 Halteng menjadi momentum untuk merefleksikan kembali sejarah perubahan dan peradaban Negeri Fagogoru ini.

“Fagogoru tidak sekedar menjadi simbol belaka. Melainkan, memilki nilai patriotisme sekaligus spirit perjuangan, yang perlu diaplikasikan dalam prilaku setiap orang untuk pembangun kesetaraan dan keadilan menuju Halmahera Tengah yang sejahtera,” katanya.

Kita Fogiguru yang menjadi tema HUT kali ini kata dia memiliki makna filosofi Ngaku Rasai, Budi re Bahasa, Sopan Hormat, Mitat re Meymoe, yang tidak bisa terpisahkan dalam bingkai kehidupan masyarakat.

“Dengan Tema tersebut, kita memastikan agar tidak ada perbedaan dan kelompok masyarakat terabaikan dalam proses pelayanan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Edi juga memanjatkan doa keselamatan untuk seluruh masyarakat Halteng. “Saya doakan agar semua masyarakat diberikan kesehatan, umur panjang dan diberikan banyak rezeki dan terhindar dari musiba,” pinta Bupati

Karena bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemkab juga menggelar tausiyah dan dzikir akbar. Acara keagaam yang berlangsung di pendopo falcino Weda Jumat (30/10), menghadirkan KH Abah Raudah Bahar Al Bakrie, salah satu pendiri majelis Al Dzikra.

Elang mengatakan, lewat Tausiah dan Zikir ini diharapkan doa-doa para kiyai, para ulama, agar Halmahera Tengah tetap dalam lindungan Allah SWT. “Masyarakat Halteng kita mohonkan agar senantiasa diberikan kemudahan, diberkati dalam menempuh kehidupan di hari-hari yang akan datang,” pinta.

KH Abah Raudah Bahar Al Bakrie pun berharap lewat HUT Halteng dan momen Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Halteng agar selalu memanjatkan sykur kepada Allah SWT.  “Saya sangat tertarik dengan Moto Halteng, yaitu Fagogoru. Sesuai dengan tema ceramah pada malam ini, yaitu, baku sayang, baku inga,” tuturnya.(tr1/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *