Sebut CSR Belum Terasa Bagi Warga di Pulau Gebe

0
39
Ilustrasi CSR (Foto : Net)

HARIANHALMAHERA.COM–Sebagai daerah yang dikepung perusahaan tambang, Halmahera Tengah (Halteng) justeru menjadi salah satu kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Malut.

Berdasarkan data BPS Malut, pada Periode Maret 2022, tingkat kemiskinan di Halteng sebesar 13 persen. Tingginya angka kemiskinan di Halteng ini dinilai salah satu penyebabnya adalah tidak optimalnya program CSR di wilayah lingkar tambang.

Seperti yang terjadi di Pulau Gebe. Sejauh ini, warga di Kecamatan itu belum merasakan manfaat dari CSR.

“Padahal banyak perusahaan yang beroperasi di Gebe, seperti PT. Anugerah Sukses Mining, PT. Fajar Bakti Lintas Nusantara, PT. Bahtera Putra Mulia, PT. Mineral Trobos dan juga yang baru beroperasi PT. Smart Marsindo. Investor-investor ini tidak menjalankan program CSR-nya,” terang Ketua HPMPG Jabodetabek, Irfan Abd Ajid.

CSR seharusnya menjadi perhatian besar bagi pemegang IUP, untuk menopang kesejahteraan masyarakat, terutama bidang pendidikan dan kesehatan. “Sejauh ini di Pulau Gebe sendiri, masih minim SDM-nya dan pelayanan kesehatan,” katanya.

Dia berharap hal ini tidak didiamkan begitu saja oleh Pemda dan DPRD Hateng terutama anggota dewan yang berasal dari Dapil (daerah pemilihan) Pulau Gebe.(tr1/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here