WAGUB ANCAM TEMBAK KETUA ORGANDA SOFIFI

Rapat Penyelesaian Konflik Trayek Sofifi-Weda Ricuh

0
182
M Al Yasin Ali (Foto ; Kieraha.com)

HARIANHALMAHERA.COM–Pernyataan tidak etis keluar dari mulut seorang Wakil Gubernur (Wagub) M Al Yasin Ali. Politisi PDIP itu mengancam meminta polisi untuk menembak Ketua Dewan pimpinan Unit Khusus (DPUK) Sofifi, Abdul Rahim Mayer.

Ancaman itu dilontarkan orang nomor dua di pemprov Malut tersebut ketika terlibat ketegangan dengan Abdul Rahim Mayer dalam pertemuan bersama di Aula lantai IV Kantor Gubernur, Sofifi Senin (31/1).

Rapat yang turut dihadiri Organda Malut, Tikep, Sofifi, Halteng, beserta Dinas Perhubungan (Dishub) dari kedua daerah dan Pemprov itu dalam rangka penyelesaian konflik yang terjadi antara Organda Sofifi, Tikep dan Halteng seiring aksi pemalangan yang dilakukan Organda Halteng hingga berujung aksi demo organda Sofifi dan Tikep Minggu (30/1).

Dari pantauan Harian Halmahera rapat yang awalnya dipimpin Wagub didampingi Kadishub Malut Armin Zakaria serta ketua Organda Malut Basir Pelupesy berlangsung aman.

Namun, suasana mulai memanas pada saat penyusunan poin-poin kesepakatan bersama. Dimana, saat Kadishub Kota Tikep Daud Muhammad memberikan masukan, tiba-tiba disanggah oleh Wagub.

Dia memaksa untuk masukan sanksi tembak ditempat bagi organda yang  memboikot akses trayek Sofifi-Weda dalam pernyataan bersama itu. Mantan Bupati Halteng itu rupanya masih kesal dengan aksi demo Organda Sofifi dan Tikep pada Minggu kemarin.

Sebab, akibat aksi itu, perjalananya dari Weda ke Sofifi pun terganggu. Mobil yang ditumpanginya pun tidak bisa melintas karena dicegat para Sopir.

Pernyataan Wagub itu membuat tensi rapat kian memanas. Abdul Mayer yang mendengar masukan Wagub balik menantang,

“Sampai kapanpun jika Organda Halteng masih berjaga disitu, maka saya tidak akan pernah takut ancaman akan ditembak. “Mati hanya sekali,” tegasnya,

Bahkan, Abdul pun menyayangkan statmen Wagub itu. Dia menilai sebagai  pemimpin rapat, Wagub harusnya berupaya mecarikan solusi untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. “Bukan malah mengancam dengan menembak,” tegasnya,

Pernyataan Abdul Mayer membuat Wagub naik pitam dan langsung mengeluarkan ucapan bernada ancaman. “Ngana malawang palang -palang bikin apa, saya  telepon  Kapolda sekarang pake Brimob tembak pe ngana,” tegas Wagub.

Mendengar ancaman tersebut, Abdul Bayer pun lantas berdiri menuju ke arah Wagub sambil menunjuk-nunjuk ke M Al Yasin Ali. Sontak, Kadishub Tikep langsung melerai keduanya.

Point Kesepakatan

Suasana rapat yang tegang berhasil diredam. Namun, tidak berlangsung lama. Ini menyusul Ketua DPD Organda Malut Basir Pelupesy tiba-tiba menantang pernyataan bernadama ancaman dari Wagub. “Rapat  ini untuk menyelesaikan masalah bukan keluarkan pernyataan tembak,” katanya.

Basir yang duduk berdampingan dengan Wagub kemudian saling terlibat konfrontasi. Beruntung, keduanya dilederai ajudan Wagub. Disaat yang bersamaan, ketua DPUK organda sofifi Abdul Mayer kembali mendatangi Wagub sambil berteriak. “Sampai kapanpun saya tetap  membikot jalan  jika Trayek Sofifi ke Halteng selalu dicegat organda Halteng dan menurunkan penumpang,” tegasnya.

Rapat yang sudah memanas itu pun dihentikan, sementara Wagub langsung diamankan masuk ke rungan. Selang beberapa menit, rapat akhirnya dilanjutkan tanpa melibatkan Wagub hingga dibuat kesepakatan dan ditandatangani bersama oleh pihak yang hadir. (lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here