Angka Gizi Buruk di Halut Meningkat

0
303
Ilustrasi : Balita penderita gizi buruk. Salah satu penyebab penyakit ini adalah kurangya asupan gizi akibat krisis pangan. FOTO NET

HARIANHALMAHERA.COM–Selain jumlah penderita hipertensi dan demam berdarah (DBH) terus meningkat tiap tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Halmahera Utara (Halut) juga mencatat angka penderita gizi buruk meningkat dua kali lipat.

 

Berdasarkan data angka penderita gizi buruk yang dicatat Dinkes selama dua tahun terakhir, pada 2018 telah tercatat sebanyak 25 orang anak dan balita penderita. Jumlahnya terus bertambah di tahun 2019.

 

Dinkes mencatat, terdapat sebanyak 40 anak gizi buruk. Sedangkan di 2020 ini, Dinkes belum merampungkan data dari sejumlah Puskesmas yang tersebar di wilayah Halut.

 

Kepala Dinkes Halut, Muhammad Tapi-Tapi menyampaikan, meningkatnya gizi buruk bukan bentuk kelalaian pemerintah daerah melalui instansi teknis dalam memberikan pemahaman tentang kesehatan ibu dan anak, hingga pengawasan terhadap ibu-ibu hamil dalam merawat anak mulai dari kandungan sampai menyusui.

 

“Kalau secara pelayanan, saya pikir kami Dinkes dan Puskemas sampai Posyandu sudah maksimal, mungkin saja kesadaran masyarakat yang belum sepenuh ada,” katanya beberapa waktu lalu dalam kegiatan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Aula Dinkes Halut. (dit/kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here