Dekab Bakal Hearing Rekanan Pelaksana Proyek Jalan Galela-Loloda

0
1275
BERMASALAH..???: Bupati Halut Frans Manery saat pengguntingan pita tanda dimulainya pembangunan jalan Galela-Loloda, 2018 lalu. (foto: fb/harianhalmahera.info)

HARIANHALMAHERA.COM– Rekanan PT Ikhlas Bangun Sarana bakal di-hearing komisi II Dewan Kabupaten (Dekab) Halmahera Utara (Halut) dalam waktu dekat. Hal ini terkait pengerjaan proyek multiyeras pembangunan jalan Galela Utara-Loloda utara yang dinilai tidak sesuai capaian sebagaimana kesepakatan.

Hal ini ditegaskan Ketua Komisi II Dekab Halut Janlis Kitong. Menurutnya, hasil dari kunjungan komisi gabungan saat meninjau pelaksanaan proyek multiyears mendapatkan beberapa temuan berupa ketidaksesuaian capaian di lapangan sebagaimana kesepakatan yang tertuang dalam MoU.

“Sudah satu tahun berjalan, tetapi untuk segmen III sepanjang 21 km sama sekali belum
dilakukan hotmix, tapi baru tahap sirtu sepanjang 20 km. Ini sangat buruk,” tegas Janlis.

Dia menyebut, dalam MoU dengan rekanan, di 2019 sudah masuk tahap hotmix. Namun sudah satu tahun pekerjaan masih tahap sirtu. “Karena itu kami akan panggil mereka untuk mempertanyakan hasil kerja mereka yang menurut penilaian kami sangat buruk,” ujarnya.

Diketahui proyek pembangunan hjalan Galela Utara-Loloda Utara sudah dilaksanakan sejak
2018 lalu. Proyek dengan sistem multiyear ini meliputi Desa Dokulamo–Salimuli–Ngajam–Apulea. Pekerjaan ini dilakukan tiga perusahaan yang dibagi ke dalam tiga segmen.

Untuk segmen I berupa pekerjaan jalan oleh PT Sinar Putra Pertama dengan nilai Rp 138,6
miliar sepanjang 48,3 km mulai dari Desa Salimuli sampai Posiposi. Segmen II pembangunan ruas jalan oleh PT Sinar Sama Sejati sepanjang 24,8 km dengan nilai sebesar Rp 87,3 miliar dari Desa Posiposi sampai Desa Ngajam. Kemudian, segmen II berupa pembangunan ruas jalan dari Desa Ngajam sampai Desa Apulea sepanjang 21,5 km oleh PT Ikhlas Bangun Sarana dengan nilai Rp 67,1 miliar.(fik/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here