Fenomena Longsor di Tanjung Pilawang Diduga Akibat Gempa

0
831
AMBRUK: Longsoran yang terjadi di bibir pantai Tanjung Pilawang nyaris menyentuh rumah warga. (foto: BPBD/HARIAN HALMAHERA)

HARIANHALMAHERA.COM– Fenomena alam pasca gempa 7,0 skala richter (SR) yang berpusat di laut sebelah barat Kota Ternate, memang cukup menyita perhatian publik. Sampai kemarin, masih ada puluhan gempa susulan yang terjadi.

Termasuk di Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Apalagi di Tanjung Pilawang, dilaporkan terjadi pergerakan tanah sekira 3 meter dari bibir pantai hingga pemukiman warga. Diduga, pergerakan tanah ini dampak dari gempa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut Abner Manery dalam rilis tertulis yang diterima koran ini, mengaku belum bisa memastikan apakah ini dampak dari gempa atau bukan. Namun, dia menyebut pergerakan tanah ini akibat tinggi gelombang yang terjadi pada Senin (8/7) sekira pukul 01.30 WIT.

“Mungkin saja ini dampaknya. Karena itu, kami sudah menurunkan tim untuk melakukan penanganan di bibir pantai Tanjung Pilawang,” katanya.

Dia juga menyebutkan, saat terjadi peristiwa tersebut, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, tidak ada laporan kerusakan rumah warga yang berada di sekitar pantai.

“Menjaga hal-hal yang bisa saja terjadi, BPBD sudah memasang talut buatan di area longsoran,” pungkasnya.(fik/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here