Harga Kopra Anjlok, Mahasiswa Terancam Putus Studi

0
1646
Ilustrasi : Petani Kopra (Foto : Malut Post)

HARIANHALMAHERA.COM– Sudah dua tahun harga kopra anjlok di Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Dampaknya makin terasa. Tidak sekadar turunnya daya beli masyarakat, namun sejumlah anak petani yang saat ini sedang mengenyam pendidikan, terancam putus sekolah.

Situasi yang makin memburuk tersebut, langsung disikapi Kerukunan Pelajar Mahasiswa Galela (KPMG) Malut. Dengan menggelar aksi di kantor bupati, kemarin, mereka minta keseriusan pemerintah menyelesaikan persoalan harga kopra.

Iswar T Makolo dalam orasinya, mengatakan anjloknya harga kopra tidak hanya mengganggu kestabilan perekonomian di Halut. Ia menyebutkan, 80 persen masyarakat Halut bergantung pada Kopra. Dengan anjloknya harga kopra, kini sebagian mahasiswa meninggalkan studi di perguruan tinggi. “Karena tidak ada biaya. Karena itu, kami minta pemerintah lebih serius mengurus harga kopra,” koarnya.

Di sisi lain, pemerintah ternyata punya strategi lain untuk mengatasi persoalan kopra di Halut. Bupati Ir Frans Manery mengaku, tidak lagi spesifik berbicara kopra, namun lebih umum kepada buah kelapa. Ia menyebut, gudang Bimoli yang akan diaktifkan tahun ini, tidak diprioritaskan untuk kopra, tetapi buah kelapa.

“Pemerintah sudah punya rencana mendatangkan investor untuk menanam modal membangun pabrik kelapa. Ada empat perusahan yang ingin membangun pabrik kelapa di Halut,” kata Frans.

Sementara Asisten II Bupati Halut Ikram Baba mengatakan, anjloknya harga kopra ini akibat pengaruh pasar dunia. Karena itu menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa mengintervensi harga kopra.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pemrov Malut terkait harga kopra ini. Solusi lain, kami berupaya mendatangkan investor,” pungkasnya.(fik/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here