Hindari Prasangka Negatif Publik, Bawaslu Halut Minta Ruang Kerja PPK Terpisah dari Gudang Logistik

0
545
Ketua Bawaslu Halut, Rafli Kamaludin

HARIANHALMAHERA.COM— Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Halmahera Utara (Halut), langsung angkat bicara terkait kasus yang terjadi terkait rapat pleno rekapitulasi ditingkatan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tobelo. Menurutnya ada hal mendasar yang harus segera dibenahi PPK.

Rafli menyentil soal ruang kerja PPK. Dia menyebut, harusnya ruang kera PPK dipisah dari gudang penyimpanan logistik. Menurut Rafli, ruang logistik yang menyimpan surat suara dan seluruh administrasi kepemiluan dari TPS harusnya steril.

“Ruangan penyimpanan harus steril, tidak boleh diakses jika tidak diperlukan. Alasannya sangat jelas, untuk menghindari dugaan dari saksi pasangan calon atau pun  pihak lain. Karena itu, saya minta segara pisahkan ruangan kerja PPK dengan tempat penampungan kotak surat suara,” tegasnya.

BACA JUGA: 2 Personil PPK Tobelo Diamankan Sementara di Polres, Pleno Rekapitulasi Ditunda

Rafli pun kembali meningatkan KPU dan jajarannya, pemisahan ini demi mengantisipasi prasangka negatif publik terhadap PPK, dan agar proses rekapitulasi bisa berjalan baik.

“Nanti tempat kerjanya dipisahkan saja dengan gudang penyimpanan surat suara,” ulang Rafli yang sebelumnya sudah disampaikan ke PPK Kecamatan Tobelo.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rapat pleno rekapitulasi PPK Tobelo sempat diprotes salah satu saksi pendukung pasangan calon. Pasalnya, saksi melihat oknum PPK Tobelo mengakses ruang penyimpanan kotak suara pada pukul 03.00 WIT dinihari.

Belum diketahui apa yang dilakukan oknum PPK tersebut. Sampai saat ini, PPK Tobelo maupun KPU Halut belum menjelaskan secara detil kronologi peristiwa yang terjadi, hingga dilakukan penundaan rapat rekapitulasi. Hanya saja, saksi salah satu pasangan calon curiga akan kemungkinan terjadinya kecurangan.(san/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here