Kinerja Satgas Covid-19 Halut Tidak Maksimal

Akademisi: Data ODP Tidak Pernah Naik

0
656
Gunawan Hi. Abas (Foto:Malutsatu.com)

HARIANHALMAHERA.COM–Kepanikan masyarakat Tobelo saat seorang pedagang berinisial Z terkonfirmasi positif terpapar virus corona (Covid-19), membuat tim satuan tugas (Satgas) penanganan dan pencegahan covid-19 Kabupaten Halmahera Utara (Halut) disoroti.

Pasalnya, Z yang diketahui bersama keluarga bepergian ke wilayah dengan kategori zona merah dan kembali ke Tobelo, tidak menjalani karantina terpusat.

Akademisi Universitas Hein Namotemo (Unhena), Gunawan Hi. Abas menuturkan, selain lambat, tim Satgas Covid-19 Halut tidak serius mengawasi orang-orang yang datang dari zona merah.

“Ini bukti nyata, bahwa ada orang yang baru pulang dari daerah terpapar pandemi covid-19 tidak diisolasi. Padahal sudah disediakan tiga tempat karantina terpusat. Tentu ini menjadi bukti kalau kinerja tim Satgas covid-19 Halut sangat buruk,” kata Gunawan, Minggu (19/4).

Selain pelayanan, terutama soal pengawasan yang terkesan tidak maksimal, menurut Gunawan, Tim Satgas Covid-19 juga terkesan tertutup soal jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sebab, menurut dia, setiap hari dipastikan banyak orang yang masuk. Tetapi data yang dirilis humas Covid-19 hanya berkisar 80 ODP. “Aneh, setiap hari orang keluar masuk ke Halut, tetapi data ODP tidak pernah naik,” ujarnya.

Dekan Hukum Unhena ini menuturkan, alokasi anggaran penanganan covid-19 sangat besar. Tetapi faktanya, kinerja tidak sebanding. Ini menunjukan sikap tidak serius oleh tim covid-19 maupun DPRD Halut.

“Hampir semua sumber anggaran dipakai untuk penanganan covid-19. Dana Desa pun demikan. Tetapi saya lihat kinerja tidak sesuai anggaran,” tandasnya. (dit/Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here