Kodim Tobelo-BPBD Halut Bantu Warga Terdampak Banjir Rob

0
73
gotong royong Kodim 1508/Tobelo bersama BPBD Halut dan warga untuk bangun tanggul penahan ombak di Desa Wosia, Tobelo Tengah

HARIANHALMAHERA.COM– Pasca Banjir Rob yang melanda warga pesisir pantai RT 12 Desa Wosia Kecamatan Tobelo Tengah Kabupaten Halmahera Utara, personil Kodim 1508/Tobelo dipimpin oleh Danramil 1508-01/Tobelo, Mayor Inf. I Putu Artana Jaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halut, kamis (19/1) menggelar karya bhakti pembuatan tanggul bibir pantai.

Kegiatan karya bakti turut dihadiri langsung Danramil 1508-01/Tobelo, Kepala BPBD Halut, Abner Manery serta staf dan anggota BPBD Halut, Camat Tobelo Tengah Riani Tonoro, Dankima Satgas Yon Arhanud 3/YBY, Lettu Arh. Asep Hendy serta anggota, Kades Wosia Debytris Natari, anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan masyarakat setempat.

Sekertaris BPBD Halut, Gentje Hetaria, mengatakan, karya bakti yang dilakukan tersebut merupakan tindaklanjut dari arahan Bupati Halut, yakni meminta dibuat bantalan pasir sebagai tanggul penghalang ombak sementara agar warga setempat merasa aman.

“Pembuatan tanggul ini merupakan arahan dari Bupati Halut, supaya bisa bertahan dan aman bagi saudara saudara kita yang tinggal di pesisir pantai yang dimana kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIT terkena bencana banjir rob yang mengakibatkan ada beberapa rumah mengalami rusak dan sementara ini masih berada di tempat pengungsian, Sambil menunggu kebijakan pimpinan untuk membuat tanggul yang permanen,”katanya.

Langkah itu dilakukan lanjutnya, menyusul ada informasi dari BMKG bahwa air turun tidak terlalu lama dan akan naik kembali sehingga itu dibuat tanggul sebagai alternative penahan ombatk.

Sementara itu, Danramil 1508-01/Tobelo, Mayor Inf. I Putu Arthana Jaya, menambahkan pelaksanaan karya bhakti bersama untuk pembuatan tanggul tersebut dengan harapan supaya tidak terjadi bencana banjir di kemudian hari.

“Kita semua harus waspada dan mengantisipasinya, setiap turun hujan selalu disertai angin kencang, berpotensi terjadinya puting beliung, banjir dan tanah longsor,”imbuhnya.(dit/wyu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here