HARIANHALMAHERA.COM– Tim SAR Gabungan terpaksa hentikan sementara pencarian lanjutan terhadap korban pendaki gunung api Dukono yang terdampak erupsi, setelah berhasil evakuasi 17 orang dari total sebanyak 20 pendaki. Keputusan penghentian itu menyusul, Jumat (8/5) jelang petang cuaca di kawasan gunung terpantau cukup ekstrim, dimana semburan abu vulkanik terus menebal.
Kepala Kantor SAR Malut, Iwan Ramdani, mengatakan keputusan penghentian sementara pencarian diambil demi keselamatan seluruh personel SAR gabungan. “Pencarian ditutup sementara karena gunung Dukono terus mengalami erupsi dan mengeluarkan material vulkanik. Selain itu kondisi di lokasi sangat gelap dan dipenuhi kabut, sehingga tidak memungkinkan untuk melanjutkan pencarian karena membahayakan tim SAR gabungan,”katanya.
Kendala tersebut lanjutnya, diperkuat dengan rekomendasi pos pengamatan gunung Dukono, bahwa radius aman berada sejauh empat kilometer dari kawah. “Yang pasti akan dilakukan pencarian lanjutan setelah cuaca benar-benar aman,”ujarnya.
Untuk tiga korban yang masih hilang menurutnya, diduga berada di dekat area kawah saat erupsi terjadi, sehingga tidak memungkinkan dilanjutkan pencarian sekaligus evakuasi. “Tiga korban yang masih dicari terdiri dari dua warga negara asing asal Singapura dan satu warga negara Indonesia,”ungkapnya.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban dalam kondisi meninggal dunia atau masih selamat, karena tim belum dapat menjangkau lokasi mereka,”sambungnya.
Iwan menambahkan bahwa SAR Gabungan memastikan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, termasuk penggunaan drone untuk menyisir area berbahaya di sekitar kawah. “Sesuai SOP, operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari ke depan. Kami berharap besok ketiga korban sudah bisa ditemukan,”pungkasnya.
Sementara itu data korban pendaki asal Singapura yang selamat adalah Toh Yu Ming Eugene (L) (Singapore) (30), Ong Shilin Selene (P) (Singapore) (37thn), Phoebe Lim (P) (Singapore) (33), Loh hui en iris (P) (Singapore) (31), Tan jia yi geraldine (P) (Singapore) (30), Lee yi xuan venessa (P) (Singapore) (30), Lim shan de (L) (Singapore) (29).
Kemudian pendaki asal WNI masing-masing Bahtiar badar (L) (24), Yusril (L) (23), Sahrul (L) (26), Ahmad (L) (22), Hairudin (L) (26thn), Fiki nafila (P) (27), Riska isbar (P) (29) dan Sudin juanga (L) (48). Sementara korban dalam pencarian adalah Heng wen Qiang Timothy (L) (WNA) (30), Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (L) (WNA) (27) dan Enjel (P) (WNI).(cal)












