Sunat Beasiswa PIP buat Bangun Pagar Sekolah

0
677
Plt Kadikbud Malut, Djafar Hamisi

HARIANHALMAHERA.COM – SMKN 1 Kawata, Kecamatan Mangole Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kembali menjadi sorotan. Yang disorot kali ini, bukan soal video siswa dan guru saat menyebrangi sungai yang tengah viral kemarin. Melainkan, kabar adanya pemotongan hak-hak siswa berupa beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Informasi pemotongan beasiswa program pemerintah pusat oleh Kepala sekolah (Kasek) RS alias Rusmin bersama Komite Sekolah (Komsek) itu dikeluhkan orang tua salah satu siswa penerima PIP.

Kepada koran ini, ortu siswa kelas II yang enggan namanya dikorankan itu mengaku, pemotongan PIP ini dengan alasan untuk biaya operasional pengawas  ujian. Besarnya pemotongan pun bervariasi.

Untuk siswa kelas III dan II dipotong sebesar Rp 300 ribu/siswa, sedangkan untuk kelas I sebesar Rp 250 ribu/siswa. Sementara, total siswa SMKN 1 sendiri masing-masing kelas  1 sebanyak 38 orang, kelas II 38 siswa dan kelas III sebanyak 29 siswa

Selain untuk biaya operasional pengawas ujian, potongan PIP juga untuk membangun pagar sekolah. “PIP ini kan hak siswa yang harus diterima utuh. Tidak bisa dipotong,” keluhnya.

Sang ortu siswa bahkan menuturkan, awalnya rapat untuk membahas pemotongan PIP ini dipimpin langsung oleh Kasek. Namun karena sudah menjadi pemberitaan di media, Rusmin lalu meminta Komsek melakukan rapat kedua dimana, hasil rapat itu diputuskan setelah uang PIP itu dibagikan ke siswa, selanjutnya ortu siswa diminta menyerahkan besaran potongan yang telah disepakati ke bendahara komite.

Kabar itu pun langsung sampai ke Plt Kadikbud Malut Jafar Hamisi. Dia menegaskan kebijakan yang dilakukan Kasek dan Komsek SMKN 1 Kawata ini berbahaya karena tidak diperbolehkan serta mencoreng institusi Dikbud. “Ini kebijakan yang tanpa koordinasi dan keliru masa uang beasiswa di pakai buat pagar. Saya tidak setuju kalau model bagini,” tegasnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here