Temui PUPR  Minta Bangun Jembatan Penghubung di Sungai Kawata

1
636
NEKAT: Para siswa nekat menyeberangi sungai Kawata untuk pergi ke sekolah menggunakan titian dari batang pohon kelapa.(foto: HPMK/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malut merespon serius viralnya video siswa dan guru SMKN 1 Kawata, Mangole Utara Timur, Kepulauan Sula (Kepsul) yang menyebrangi sungai saat ke sekolah.

Pelaksana tugas (Plt) Kadikbud Malut Jafar Hamisi mengatakan meski masalah infrastruktur jembatan penghubung bukanlah kewenangan Dikbud, namun sebagai institusi yang peduli dengan pendidikan disana, pihaknya dalam waktu akan segera berkordinasi dengan Dinas PUPR Malut untuk secepatnya membangun jembatan yang menghbungkan RT 02  ke RT 01 dan Sekolah.

Menurutnya, tidak adanya infrastruktur pendukung ini bisa mengakibatkan siswa dan guru tidak bisa ke sekolah saat terjadi banjir di sungai dengan luas 60 meter tersebut.

Baca Juga: Soal Jembatan di Sungai Kawata, Ini Kata Gubernur

Dia menambahkan, jika permintaan ini tidak direspon PUPR, maka Dikbud akan berusaha mengusulkan anggaran untuk membangun Sekolah terdekat di Desa yang bisa memudahkan akses guru dan siswa.

“Kami akan turun mendata, jika itu sangat urgen berarti kami akan membangun sekolah lagi di situ, karena resikonya sangat luar biasa, dan sangat perihatin. Insyallah di Tahun depan kami tetap berkomitmen untuk membangun sekolah lagi di Desa itu,” janjinya.

Dia juga memberi saran, jika memungkinkan ada gerakan dari warga, Kepala Desa, dan Bupati, agar bisa dipertimbangkan asalkan tidak sepihak.  “Harus ada laporan dari masyarakat ke pemerintah desa, dan pemerintah desa berikan laporan ke bupati, agar bupati bisa tindaklanjuti sampai ke Provinsi,” tukasnya. (lfa/pur).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here