BNN SEBUT 4 DAERAH PAMASOK NARKOBA TERBANYAK DI MALUT

Gandeng Bea Cukai dan Jasa Pengiriman

0
36
Ilustrasi Narkoba (Foto : Net)

HARIANHALMAHERA.COM–Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyebut terdapat empat Provinsi yang selama ini menjadi pmasok narkotika di Maluku Utara (Malut).

Hal ini berdasarkan dari pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan BNNP Malut dalam lima tahun trakhir (2017-2022). Dimana, kebanyakan narkoba baik ganja maupun sabu-sabu yang diamankan dari tangan pelaku, berasal dari DKI Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Aceh dan Medan (Provinsi Sumatera Utara).

“Narkotika yang pengirimannya lewat jasa pengiriman itu dari Jakarta, Acaeh, Bandung, Medan dan Provinsi lainnya. Yang pertama tidak ditangkap, kedua juga belum, dan ketiga berhasil diamankan barang bukti itu,” Kepala BNN Maluku Utara, Brigjen (Pol) Wisnu Handoko disela-sela pemusnahan narkoba di halaman Kantor BNN Malut kemarin.

Dikatakan, pada tahun 2022 ini misalnya, BNN Malut berhasil mengamankan paket narkoba berisi ganja seberat 1.064,501 gram. yang dikirim dari Medan via jalur laut.

Selain itu, BBNP juga berhasil mengungkap 5 kasus narkoba. “Pelaku dua orang dari Sanana, Kepulauan Sula, yang satunya sudah diamankan, dan satu lagi sedang didalami,” bebernya .

Untuk mencegah agar narkoba tidak beredar di Malut, dia mengatakan, bukan hanya menjadi tanggungjawab BNN, namun juga Polri dan jajarannay serta Komponen lainnya dan masyarakat. “Saya tidak pernah menyalahkan jasa pengiriman karena pengiriman tidak tau apa-apa yang salah adalah orang yang mengirim,” katanya

Sementara itu, babuk narkoba yang dimusnahakan kemarin diantaranya 550 gram ganja, serta zat non narkotika lainnya yakni obat-obatan berupa 15 sashet komix, 627 tablet mextril dan berupa obat-obat pengemuk badan sebanyak 3 botol yang diduga mengandung zat adiktif.

Babuk yang berasal dari berbagai kasus yang diungkap oleh BNN sejak tahun 2017 hingga 2022 itu ditemukan melalui kerja sama BNN dengan jasa pengiriman, Bea Cukai, serta Polri. “Kami BNN bersama jasa pengiriman, Bea Cukai sudah menandatangani MoU untuk berkerja sama, dan mari kita sama-sama membasmi Narkotika,” pintanya.

Wisnu  mengajak kepada seluruh unsur forkopimda hingga semua stakeholder agar berkolaborasi sama-sama agar memberantas narkotika Provinsi Maluku Utara.

“Karena dengan adanya berkolaborasi serta bentuk komitmen bersama ini, sudah tentu kita dapat mencegah bentuk kejahatan,  dan agar supaya kasus narkotika di Malut tidak dapat meningkat,  rekan-rekan media juga diminta untuk ikut melakukan pencegahan sehingga para pelaku kejahatan Narkotika tak dapat beredar lagi,” pintanya.

Dia juga mengajak kepada semua unsur pemangku jabatan untuk berkolaborasi agar Maluku Utara bersih dari Kejahatan Narkotika.

“Dan lebih penting Saya mengajak Kepada Walikota Ternate Tauhid Suleman untuk jadikan Kota Ternate sebagai Kota yang bersih dari Narkotika (BERSINAR) dan Kami akan melakukan Lounching Narkotika didua kelurahan, dan bila perlu Lounching diseluruh Kelurahan yang ada di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara,” tutup Wisnu.(par/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here