Maluku Utara

Gelar Adat Kedua dari Sultan Ternate

×

Gelar Adat Kedua dari Sultan Ternate

Sebarkan artikel ini
Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dianugerahi gelar adat 'Dada Madopo Malomo' dari Sultan Ternate ke-49 Hidayatullah Sjah

HARIANHALMAHERA.COM–Selain menerima gelar adat dari Kesultanan Buton saat melakukan kunjungan kerja (kuker) ke Sulawesi Tenggara (Sultra), Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menerima gelar adat saat melanjutkan kuker ke Maluku Utara (Malut).

Di Malut, Jokowi menerima anugerah gelar adat “Dada Madopo Malomo” yang berarti pemimpin besar dari Kesultanan Ternate. Prosesi pemberian gelar adat ini berlangsung di Kedaton Sultan Ternate, (28/9).

Presiden yang mengenakan pakaian kebesaran Roke berwarna hitam, disambut langsung Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Sjah.

Setelah itu, Presiden dipasangkan mahkota adat “Lastar Ngare” dan dianugerahi gelar “Dada Madopo Malomo” oleh Sultan Ternate.

“Arti dari gelarnya itu sendiri adalah seorang pemimpin besar atau pemimpin sebuah negara besar yang mana dalam memimpin negara besar itu, kearifan dan bijaksananya seorang pemimpin itu lebih dikedepankan,” jelas Sultan dalam keterangannya usai prosesi penganugerahan

Ini adalah gelar kedua yang diberikan Kesultanan Ternate kepada Jokowi. Pada kunjungan sebelumnya, Jokowi juga telah dinobatkan sebagai Pangeran Kesultanan Ternate dengan gelar Kaitjil.

“Beliau Yang Mulia Presiden Republik Indonesia juga dinobatkan sebagai Pangeran Kesultanan Ternate dengan gelar Kaitjil. Kaitjil itu pangeran atau garis kesatu dari Sultan Ternate,” ucapnya.

Sementara itu, Jokowi mengatakan penganugerahan gelar adat ini merupakan bagian dari tradisi dan kearifan lokal yang harus dilestarikan. “Ini adat, tradisi, kearifan lokal memang harus terus kita jaga dan terus kita rawat,” ujar Presiden dalam keterangannya selepas acara.

Presiden juga mengapresiasi Kesultanan Ternate dalam upayanya menjaga dan merawat adat, tradisi, serta kearifan lokal yang ada di wilayah Ternate. “Inilah yang sering saya sampaikan, berkepribadian dalam kebudayaan,” ucap Presiden.

Presiden melanjutkan, bahwa menjaga adat dan tradisi merupakan hal penting untuk dilakukan karena Indonesia merupakan negara besar. Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah kekuatan bangsa. “Inilah kebinekaan negara kita yang terus harus kita rawat dan kita jaga sebagai sebuah kekuatan. Perbedaan itu bukan memecah, tapi mempersatukan,” tegas Presiden. (par/pur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *