KEMISKINAN DI MALUT TURUN DI MASA PANDEMI

6 Bulan Berkurang 6 Ribu Jiwa

0
137
ilustrasi kemiskinan (Foto:net)

HARIANHALMAHERA.COM–Pandemi Covid-19 yang dikhawatirkan banyak bisa memicu tingginya angka kemiskinan, ternyata hal tersebut tidak terjadi di Maluku Utara (Malut). Justeru sebalaiknya, selama masa pandemi, tingkat kemiskinan di Malut terus menurun.

Badan Badan Pusat Statistik (BPS) Malut mencatat, jumlah penduduk miskin di Malut per September 2021 sebanyak 81,18 ribu jiwa, atau 6,38 persen dari total populasi,

Jumlah ini berkurang sebanyak 6 ribu jiwa jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebanyak 87,16 ribu jiwa atau 6,89 persen dari total penduduk Malut.

Kepala BPS Malut Aidil Adha dalam jumpa pers menyebutkan penurunan angka kemiskinan ini terjadi di perkotaan maupun di perdesaan. Di Perkotaan, warga miskin per September 2021 sebanyak 17,60 ribu jiwa berkurang 940 jiwa atau 0,30 poin dari Maret 2021 sebanyak 18,54 ribu jiwa (5,13 persen).

“Sedangkan penduduk miskin di perdesaan pada  September 2021 sebanyak 63,58 ribu jiwa, turun 0,59 poin dibandingkan Maret 2021 sebanyak 68,62 ribu jiwa atau 7,59 persen,” bebernya.

BPS juga mencatat, Garis Kemiskinan (GK) pada September 2021 sebesar Rp.505.432,- atau naik  Rp 16.057 (3,28 persen) dibandingkan Maret 2021 Rp.489.375.

Untuk Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) pada periode Maret-September 2021, mengalami penurunan dari 0,970 pada Maret 2021 menjadi 0,943 pada September 2021.  Begitu juga Indeks keparahan kemiskinan (P2) turun dari 0,207 pada Maret 2021 menjadi 0,200 pada September 2021

Aidil mengatakan, persentase penduduk miskin di Malut sejak September 2015 hingga September 2021 cenderung fluktuatif.  “Pada Maret 2017 hingga September 2019 yang menunjukkan pola semakin meningkat,” katanya

Sementara presentase penduduk miskin terendah terjadi pada September 2015 yaitu sebesar 6,22 persen. Dimana, jumlah penduduk miskin saat itu sebanyak 72,60 ribu jiwa yang terdiri dari 8,29 ribu jiwa di perkotaan dan 64,35 ribu jiwa di perdesaan.

Aidil mengakui faktor yang mempengaruhi berkurangnya tingkat kemiskinan di Malut pada periode  Maret – September 2021 diantaranya naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) pada September 2021 sebesar 103,57 dibandingkan Maret 2021 sebesar 98,54. “Ini menunjukkan terjadinya peningkatan kesejahteraan petani,” katanya

Kemudian Ekonomi Malut triwulan III  tahun 2021 yang tumbuh sebesar 2,72 persen dibandingkan triwulan II tahun 2021. “Dari sisi Lapangan Usaha, pertumbuhan ekonmi didorong oleh sebagian besar kategori, dengan pertumbuhan tertinggi kategori industri pengolahan sebesar 8,73 persen,” bebernya.

Kemudian dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen  pembentukan Modal Tetap Bruto sebesar 109,80 persen.

secara akumulasi, Ekonomi Malut triwulan I hingga III tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif 13,87 opersen dibandingkan dengan tahun 2020.

Perubahan Tingkat Inflasi yang cendrung stabil selama periode Maret – September 2021 yaitu sebesar 0,31 persen dan Persentase Tingkat pengangguran Terbuka (TPT) yang menurun. Dimana TPT pada Agustus 2021 sebesar 4,71 persen turun 0,44 persen dibandingkan keadaan TPT pada Pebruari 2021 yang sebesar 5,06 persen.”pungkasnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here