Pemprov Dikritik Eksportir Ikan Tuna

Akui Minim Perhatian ke UMKM hingga Nelayan

0
51
Wagub M Al Yasin Ali melepas ekspor ikan tuna ke Thailand di pelabuhan perikanan nusantara Ternate (22/11)

HARIANHALMAHERA.COM–CV Mitra Tuna Mandiri (MTM) kembali mengekspor sebanyak 25 ton ikan Tuna ke Negara Thailand melalui Perlabuhan perikanan Nusantara (PPN) Selasa (22/11)

Ini adalah ekspor yang ke-18 kali yang dilakukan perusahanan dengan tujuan ke Vietnam. Sementara ke negara Thailand, adalah yang pertama kali dilakukan PT CV MTM.

Ketua CV  MTM  Agusalim Mustafa   mengatakan, dari 18 kali ekspor   itu tidak langsung  melalui Ternate, melainkan melalui pelabuhan Surabaya, Jawa Timur dengan volume ekspor mencapai 12 ton sekali ekspor.

“Karena ini perdana melalui Ternate ke Thailand, kita konsisten untuk ekspor langsung,” ucapnya.

Dia mengaku, selama ekspor tidak dilakukan langsung dari Ternate karena terkendala dengan dokumen. Namun, saat ini sudah idak lagi sehigga diharapkan bisa menggenot PAD di Malut.

Agustinus menyebut, dari 25 ton ikan tuna yang di ekspor itu, nilai defisanya mencapai Rp 5 miliar. “2 kontener estimasinya Rp 5 miliar,” Jelasnya

Dikatakan, para nelayan yang menyuplai ikan ke CV MTM belum tersentuh dengan teknonologi. Mereka masih menggunakan alat tangkap yang sederhana.  “Jujur  mulai dari nelayan hingga ikan masuk menjadi prodak perusahan kami, belum ada sentuhan tangan pemerintah,” katanya.

Bahkan, kenyataannya saat ini, justru beberapa instansi mendatangi UMKM untuk  meminta bantuan partisipasi. “Untuk itu saya harap kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara  maupun kota, dapat lebih memperhatikan UMKM khususnya di bidang perikanan seperti MTM yang saat ini sedangkan eksis,”,pintahnya

Karena Malut dikenal dengan lumbung ikan nasional, maka sudah sepatutnya Pemerintah turut andil dalam kemajuan ekonomi UMKM.

“Kami juga berharap nelayan dapat di perhatikan kesejahteraannya termasuk kebutuhan apa yang mereka perlukan di lapangan baik itu mesin, minyak dan lain sebagainya, besar harapan kami dengan ekspor perdana Thailand dapat membuka jalan  pertumbuhan ekonomi baru di sektor perikanan khususnya di Malut,” pintanya.

Menanggapi itu, Wagub M Al Yasin yang turut hadir megaku akan meminta DKP untuk  memperhatikan apa saja yang menjadi  kendala dan keluhan untuk dapat di akamodir di APBD.

Dia mengakui bisnis perikanan Tuna sangatlah menggiurkan karena Ikan Tuna merupakan jenis ikan High Migratory dan menjadi  primadona  hingga mancanegara.

“Berdasarkan data internasional menunjukan bahwa benih-benih Tuna terbanyak ada di wilayah pulau Morotai, Halmahera Selatan dan disebahagian wilayah Sula,” bebernya.

Mantan Bupati Halteng ini menambahkan, nilai ekonomi dari perdagangan produk perikanan tuna Indonesia sangat besar dan menjadi peluang yang dapat terus dimanfaatkan.

Namun tetap harus mengedepankan aspek keberlanjutan agar perikanan tuna terus menerus lestari. “Sebagai Pemerintah daerah, Saya juga akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan investor untuk meningkatkan volume ekspor ikan tuna asal Maluku Utara,”akunya. (lfa/pur).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here