Bangun Tembok Anti-Juve

0
393
Kostas Manolas dan Diego Godin

HARIANHALMAHERA.COM– Sewindu sudah klub-klub Serie A berada di genggaman Juventus. Klub-klub di papan atas, seperti Napoli dan Inter Milan, menatap musim 2019 – 2020 dengan spirit Anti-Juve. Nah, salah satunya dengan menemukan solusi menyulitkan Juve supaya tak bisa bersenang-senang di depan gawangnya lagi.

Ya rival La Vecchia Signora, julukan Juve, dalam top four klasemen akhir Serie A musim lalu itu sama-sama menguati lini pertahanannya, kemarin WIB (1/7). Napoli telah mendapatkan Kostas Manolas yang notebene sempat dirumorkan akan dibeli Juve. Manolas diangkut dari AS Roma dengan fee sebesar EUR 36 juta (Rp 576,5 miliar).

Pada saat yang sama, Inter juga telah menyudahi tarik ulur kepindahan Diego Godin dari
Atletico Madrid. Godin yang dibeli dengan gratisan akan mengabdi kepada Nerazzurri, julukan Inter, sampai musim panas 2022 mendatang. ”Musimnya pertahanan terbaik,” ya begitulah yang dituliskan Calciomercato dalam salah satu artikelnya.

Itu merujuk gambaran duet bek tengah klub-klub papan atas Eropa, mulai kolaborasi bek tua-muda Inter Godin dan Milan Skriniar, lalu duet yang berlabel “K2” antara Manolas-Kalidou Koulibaly milik Napoli, plus peluang merapatnya Matthijs De Ligt ke Juve. Media-media Italia mengklaim De Ligt akan resmi jadi tembok termuda Juve hari ini WIB. De Ligt bisa menemani Giorgio Chiellini atau Leonardo Bonucci.

Di antara kans duet-duet itu, duet K2 yang layak ditunggu. Baik Manolas atau Koulibaly adalah dua bek yang paling banyak menyita perhatian selama di bursa transfer musim panas ini.

Keduanya bahkan disebut sempat masuk dalam radar klub Premier League, Manchester
United. ”Saya akan memberikan segalanya,” tulis Manolas, dalam akun Instagram
@kostasmanolas44.

Dibandingkan Inter, jumlah kemasukan Napoli memang lebih besar. Inter 33 gol, lalu 36 gol yang membobol gawang klub berjuluk Partenopei itu. Bahkan dalam dua kali duel melawan Juve, Napoli sampai kemasukan lima gol! Manolas yang jago dalam bola-bola atas dan intersep bisa berpadu dengan Koulibaly yang bagus dalam passing-nya untuk membangun serangai dari lini belakang. ”Pengalaman di Roma akan saya pakai,” lanjut Manolas.

Dengan adanya Godin, maka allenatore Antonio Conte bakal memiliki tiga bek tangguh. El
Faraon, julukan Godin, bisa jadi bek paling senior di antara Skriniar dan Stefan de Vrij. Pada musim lalu, Skriniar-De Vrij kerap jadi opsi. ”Godin, Skriniar, dan De Vrij akan menjadi seperti trio BBC yang pernah dibangun Conte di Juventus,” tulis Corriere dello Sport, dalam ulasannya tentang potensi pertahanan Inter.

Tiga bek tersebut akan jadi pelapis Samir Handanovic yang di Serie A musim lalu paling banyak mencatatkan clean sheet, 17 kali. The Godfather, julukan Conte, diyakini bakal kembali mengusung skema back three seperti semasa dia membesut Juve dan Chelsea. ”Ini bisa menjadi tantangan menarik bagi saya,” ungkap Godin yang baru gagal mengantarkan Uruguay melaju di semifinal Copa America 2019, kepada Inter TV.

Demi bisa cepat nyetel dengan Inter, bek 33 tahun itu sudah berkonsultasi dengan rekan-rekan sesama pemain Uruguay yang bermain di Inter. ”Terutama Matias (Vecino). Dia temanku. Dia banyak berkata padaku tentang tim ini, kota ini, semuanya. Begitu pula dengam ambisi dari klub ini. Itu yang membuat saya tertarik datang, dan mencoba peruntungan di sini,” tambahnya. (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here