La Roja Berambisi Catat Sejarah

0
427
PEMAIN PILAR: Arturo Vidal (kanan) siap memimpin koleganya untuk menundukkan Jepang pada laga perdananya di Copa America 2019.

HARIANHALMAHERA.COM– Sepanjang perhelatan Copa America atau ketika masih bernama Kejuaraan Amerika Latin, belum pernah ada tim yang beruntun menjadi juara dengan tiga pelatih yang berbeda di setiap edisinya. Cile dengan status juara bertahan berusaha mematahkan misteri tersebut.

Ya, La Roja menjadi juara Copa America 2015 dan Copa America 2016 dengan arsitek yang berlainan. Jika pada Copa America 2015 sosok Jorge Sampaoli menjadi otak kesuksesan Cile, setahun kemudian pada Copa America Centenario, giliran Juan Antonio Pizzi yang membawa Cile juara.

Pada Copa America 2019 ini, Cile akan mengawali laga debutnya di grup C melawan Jepang di Estadio Morumbi besok pagi (18/6). Meski hanya berstatus undangan, Cile tak bisa memandang remeh tim Samurai.

Dari dua pertemuan Cile versus Jepang, statistik Shinji Okazaki dkk lebih apik. Jepang menahan imbang Cile tanpa gol pada uji coba internasional 11 tahun lalu. Kemudian, setahun kemudian, Jepang menang 4-0 atas Cile di Piala Kirin.

Gelandang Cile Arturo Vidal kepada EFE kemarin (16/6) menyatakan, Cile merupakan tim yang patut diwaspadai tim mana pun. Meski pada turnamen mayor terakhir, yakni Piala Dunia 2018 Rusia, Cile gagal berpartisipasi.

Mengenai Jepang, gelandang Barcelona itu menilai Jepang selalu punya potensi mengejutkan. Salah satu individu terbaik mereka, Takefusa Kubo, bahkan direkrut Real Madrid pada usia 18 tahun. ’’Mereka bermain dengan sangat terorganisasi. Para pemainnya memiliki kecepatan. Kami harus menyerang mereka secepat-cepatnya sebelum mereka menerapkan skema 5-4-1 dalam bertahan,’’ ucap Vidal. (jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here