Pro Kontra Bikin Nerazzurri Terbelah

0
539
KONTRA: Ivan Perisic dan Mauro Icardi. (foto: net)

HARIANHALMAHERA.COM— Kondisi terkini di ruang ganti Inter Milan pasca pencopotan ban kapten Mauro Icardi terbagi menjadi dua, yakni yang pro mengenai wacana Icardi kembali dan yang berlawanan.

Berdasarkan Corriere della Sera, para pemain yang yang pro Maurito, julukan Icardi adalah Matias Vecino, Borja Valero, Lautaro Martinez, dan Matteo Politano.

“Vecino sempat menelepon Icardi dan mengatakan bahwa sosoknya sangat penting bagi Inter. Dia mendukung penuh apabila klub mengembalikan ban kapten kepadanya,” tulis media yang berbasis di Milan itu, dikutip dari jawapos.com.

(lihat: Buka Jalan ke si Nyonya Tua)

Ironisnya, Ivan Perisic dan Marcelo Brozovic masuk kubu kontra. Padahal, sejak bergabung pada 2015-2016 yang juga jadi musim pertama Icardi menyandang ban kapten Nerazzurri, keduanya terkenal dekat dengan striker asal Argentina itu baik di dalam dan luar lapangan. Satu pemain lagi yang menentang wacana kembalinya Icardi, tentu saja, adalah kapten baru Samir Handanovic.

Klaim bahwa tiga orang itu masuk kubu kontra bukan isapan jempol. Berdasarkan Tuttosport, bukti sahih terlihat ketika Politano mencetak gol kedua Inter ketika ditahan imbang Fiorentina 3-3 pada giornata ke-25 (25/2).

Kala itu, Politano yang gembira karena golnya membawa Inter sementara unggul 2-1 melakukan selebrasi khas Icardi dengan menangkupkan telinganya.  Disinyalir mengenai selebrasi tersebut yang terlihat seperti dukungan kepada Icardi.

Untuk Brozovic, ketidaksukaannya kepada Icardi lebih kepada isu yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir bahwa dia selingkuh dengan agen sekaligus istri Icardi, Wanda Nara. Bahkan, pemain 26 tahun itu akan menuntut Majalah King Corona yang meletupkan kabar tersebut.

Ansa melansir laporan bahwa Brozovic sudah mengirim pengacaranya Danilo Buongiorno untuk mengambil bos King Corona Fabrizio Corona ke pengadilan.

“Berita itu palsu dan fitnah serius untuk konten artikel yang meragukan moralitas dan citra pemain. Itu tidak adil karena menuduhnya sikap dan perilaku yang tidak pernah terjadi,” tulis salah satu media berpengaruh di Italia itu.(jpc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here