AGK Siap Beri Kejutan

Reshuffle Kabinet Semakin Dekat

0
952
Gubernur Provinsi Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. (foto: net)

HARIANHALMAHERA.COM— Reshuffle (pergantian) pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) sepertinya tidak akan lama lagi. Sinyal itu disampaikan Gubernur Abdul Ghani Kasuba (AGK), menanggapi desakan anggota DPRD provinsi (Deprov) Malut yang memintanya segera mengevaluasi sejumlah pimpinan SKPD lewat paripurna, kemarin.

Bahkan, AGK sendiri menegaskan pergantian pejabat kali ini akan diwarnai kejutan. Namun, dia sendiri tidak membeberkan bentuk kejutan yang dimaksud.

“Kalian bersabar saja, dalam waktu dekat pasti ada kejutan,” ucap AGK.

Sementara, beberapa pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang masuk dalam daftar evaluasinya bersama Wagub M Al Yasin Ali di antaranya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Imran Yakub.

“Kadis Pendidikan juga masuk dalam radar evaluasi,” terang AGK.

Desakan untuk mengevaluasi Imran datang dari Komisi IV Deprov Malut. Dia dianggap tidak mampu membenahi pendidikan di Malut apalagi pasca pengelolaan

SMA/SMK diambil alih oleh Pemprov.

Ketua komisi IV, Farida Djama, mengatakan salah satu persoalan pendidikan yang dihadapi saat ini adalah proses penerimaan poeserta didik baru (PPDB). Dimana, belum ada perhatian dari Dikbud dengan alasan tidak ada anggaran.

“Kalau tidak ada anggaran, tentunya tidak ada perhatian dan tidak diusulkan dalam APBD. Kami komisi IV sudah mengecek bahkan sampai saat ini belum ada juknis tentang mekanisme siswa baru,” katanya.

Dia berharap, Gubernur dan Wagub sesering mungkin turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sekolah-sekolah.

AGK menegaskan, kunjungan ke sekolah sering dia lakukan di setiap lawaannya ke daerah-daerah.

“Tidak mungkin saya kunjungi terus melaporkan ke DPRD mungkin saja ketua komisi IV tidak mengetahui,” katanya.

Selain Imran, pimpinan OPD lain yang terancam diganti yakini Kepala Dinas

pertanian Idham Umsangaji. Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit jagung di Distan membuat nasib Idham diunjung tanduk.

“Masalah kepala dinas pertanian ini kita serahkan sepenuhnya ke penegak hukum untuk diselesaikan,” terang AGK.

Dia menegaskan, tidak akan main-main jika ada anak buahanya terbukti bersalah dalam kasus hukum. Sanksi berat pun akan diberikan sehingga ada efek jera bagi pejabat yang lain.

“Saya juga saat ini dipantau, apalagi kepala-kepala dinas,” pungkas AGK.(tr3/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here