Laka Laut, Dua Meninggal, 17 Korban Hilang

0
554
SISIR: Tim SAR gabungan saat pencarian korban. (foto: ist/Basarnas)

HARIANHALMAHERA.COM— Buruknya cuaca yang menyelimuti perairan di wilayah Maluku Utara (Malut) memicu kecelakaan laut yang terjadi silih berganti. Dari data yang dirangkum Harian Halmahera, ada tiga insiden laka laut yang terjadi dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Dimana, dari tiga kasus laka laut itu, dua terjadi di perairan antara Kepulauan Sula dan Taliabu. Sedang satunya di laut Tidore Kepulauan (Tikep). Laka laut pertama menimpa tagboat yang mengangkut sembilan orang, mengalami petaka di Selat Capalulu pada 3 Juni lalu, sekitar pukul 19.30 WIT.

Dari informasi yang diperoleh, kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dan satu hilang itu disebabkan mesin kapal mati. Sementara korban meninggal dan hilang masih anak-anak yang notabene adalah kakak beradik.

Mereka adalah M. Gazali Irlan (4) sang adik yang ditemukan meninggal. Sedangkan sang kakak Abi Eza Irlan (6) belum ditemukan. Proses pencarian Abi sendiri pun telah dihentikan pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate.

Kepala Basarnas Ternate, Muhammad Arafah menuturkan, penghentian pencairan ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan pihak keluarga korban yang dihadiri oleh aparat setempat.

Dimana, dari hasil evaluasi diperoleh kesimpulan bahwa, pencarian sudah dilaksanakan secara maksimal namun hasil masih nihil dan keluarga korban sudah mengikhlaskan korban.

“Tim SAR gabungan melaksanakan koordinasi dan pertemuan dengan keluarga korban tidak ada tanda-tanda ditemukan korban di Selat Capalulu itu,” ucap Arafah, Senin (10/6).

Sebelumnya, dalam pencarian itu, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan telah menginfokan kepada kapal-kapal dan para nelayan yang melintas di area tersebut, agar secepatnya melapor ke pihaknya apabila melihat atau menemukan korban.

Tiga Nelayan Tikep Selamat
Lima hari pasca tragedi di Sela Capalulu, yakni Sabtu (8/6), kantor Basarnas kembali mendapat laporan hilangnya tiga nelayan asal Kota Tidore Kepulauan. Beruntung, ketiga pria itu berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

“Sekitar pukul 01.35 wit dini hari, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban di 1 NM arah Barat Desa Ome Tidore Pd Koordinat 0° 42’ 107” N/127° 21’ 546” E,” ujar Arafah.

“Selanjutnya satu korban dievakuasi ke Pulau Maitara bernama Fadli (20) dan dua korban Rendi (16) dan Ian (21) dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan ke Pelabuhan Bastiong Ternate menggunakan RIB 02 Ternate,” sambungnya.

Para korban setibanya di Ternate Pukul 01.50 wit, keduanya selanjutnya dievakuasi ke RSUD Chasan Boesoeri Ternate dikarenakan satu korban mengalami luka di bagian kaki.

KM Lintas Timur Dihantam Gelombang
Sementara korban laka laut yang sampai saat ini masih dalam proses pencairan adalah tenggelamnya KM Lintas Timur. Kapal yang membawa 16 orang dan berangkat dari Bitung, Sulut, menuju Morowali, Sulteng itu, hilang kontak di Selat Taliabu.

Kapal tersebut dinakhodai Kapten Kapal Martinus Matitaputi. Kapal pengangkut semen itu berangkat pada Sabtu (1/6) pukul 14.00 Wita. Dalam perjalanan, mesin kapal rusak sehingga kapten kapal mencari pelabuhan terdekat guna memperbaiki mesin.

“Saat KM Lintas Timur melanjutkan pelayaran, mesin kapal kembali rusak dan semua sistem kapal tidak berfungsi. Tingginya gelombang dan cuaca buruk membuat kapal oleng dan tidak bisa dikendalikan,” tutur Kepala Kantor SAR Palu Basrano, dikutip dari Antara, Rabu (5/6).

Hingga Minggu (9/6) baru dua orang yang berhasil ditemukan. Satu diantaranya meningga dunia atas nama Zulkifli, warga Dusun Karua, Lembang Uluway, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja.

Dia ditemukan sudah dalam keadaan terapung tidak bernyawa di Bolubung Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/6). Sedangkan korban selamat bernama Yacob, ditemukan dan di selamatkan oleh kapal asal India setelah empat hari terapung di lautan lepas.

“Jadi dalam pencarian masih 15 orang. Kita masih berpatokan pada manifes. Sampai sore ini kami bagi dua sektor. Untuk pencarian masih di seputar penemuan (ABK selamat) kemarin atas nama Yaqob. Dan sampai per pukul 16.00 WIB masih nihil,” papar Kadek.(ant/dtc/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here