AGK Siapkan Instruksi Antisipasi Wabah Corona

0
556
ILUTRASI: Dinkes Malut memeriksa suhu tubuh seorang TKA asal China yang bekerja di Malut. (foto: Elfa/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Wabah Pneumonia atau radang paru-paru yang dibawa novel coronavirus atau 2019-nCoVChina sudah menyebar di 13 negara. Indonesia pun telah bersiaga. Seluruh pintu masuk dijaga ketat dengan peralatan mutakhir.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan adanya gejala virus corona ini teridentifikasi di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya Kota Manado. Laporan ini pun langsung membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) siaga.

Gubernur KH Abdul Gani Kasuba langsung menggelar rapat bersama instansi teknis untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Hasil rapat ini akan dituangkan dalam instruksi gubernur untuk selanjutnya disosialisasikan ke seluruh pemerintah kabupaten/kota dan seluruh masyarakat Malut.

“Harus berhati-hati jangan sampai masyarakat terkena virus corona. Apalagi virus  ini sudah  menyebar secara internasional. Kabupaten/kota di Malut sudah mempunyai Rumah Sakit. Kita harapkan RSU harus antisipasi itu,” kata AGK, sapaan akrab gubernur.

Dia mengintruksikan, seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memantau semua pintu masuk, teruma orang asing. Jangan sampai ada yang membawa virus itu ke Malut. Terus pantau, jangan sampai kita kecolongan,” tegasnya.

Tidak hanya Dinkes, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pun diminta AGK untuk memantau area pertambangan yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asal China.

“Apalagi saat ini lagi cuti Tahun Baru Imlek. Saya minta Disnaker juga berhati-hati karena tenaga asing banyak yang sedang cuti Imlek,” terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen dan Penindakkan Imigrasi, Agus Apono menuturkan, Malut merupakan daerah dimana banyak WNA dari China. Mereka bekerja di berbagai perusahaan di Maluku Utara seperti, Weda Bainikel, IWIP, Harita Grup.

Disinggung perjalanan cuti Imlek pekerja China, dia mengaku sejauh ini dari pihak Imigrasi tidak memiliki data untuk WNA yang melakukan cuti. Menurutnya, yang tahu hanya pihak bandara internasional saja.

“Mereka kalau pulang cuti itu tidak lapor disini, kita tidak tahu itu. Apalagi bandara Babullah Ternate bukan bandara Internasional. Jadi tidak harus melakukan pemeriksaan ulang,” terangnya.

Sementara, Ombudsman pada Senin (27/1) kemarin, merilis data TKA asal China yang ada di Malut. Data yang bersumber dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Malut bahwa jumlah TKA China mencapai 2.435 jiwa pada tahun 2019. Dengan ciri khas terkonsentrasi pada wilayah-wilayah atau perusahaan pertambangan.(lfa/fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here