Antisipasi Penambahan Pasien, Pemprov Siapkan BLK

1
255
KASUS PERDANA: Konferensi pers oleh gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara, Senin (23/3). (foto: Elfa/Harian Halmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Semoga tidak ada penambahan pasien Covid-19 di Maluku Utara (Malut). Itulah harapan warga. Meski demikian, pemerintah tetap melakukan antisipasi. Salah satunya, menyiapkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai lokasi isolasi darurat.

“Ruang isolasi di RSUD. dr. H. Chasan Boesoirie untuk penanganan pasien Covid-19 memang ada. Meski demikian, kita tetap akan mempersiapkan tempat isolasi darurat lainnya,” kata Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba, Selasa (24/3).

Menurutnya, langkah ini mirip yang dilakukan kota-kota lainnya dalam penanganan wabah Corona. Bahkan, jika dibandingkan dengan BLK, kota lain menyiapkan hotel sebagai ruang isolasi.

“Jika pasien bertambah, maka rumah sakit rujukan tidak akan mampu menampung. Karena itu, Pemprov berencana siapkan ruang BLK Provinsi di Kelurahan Ubo-Ubo Kecamatan Ternate Selatan untuk ruang isolasi  darurat,” ulangnya.

AGK, sapaan akrab gubernur, menambahkan sempat ada usulan asrama haji sebagai ruang isolasi. Namun, masih ada perbedaan pendapat dengan berbagai macam pertimbangan, sehingga Pemprov bersama Pemkot Ternate mengupayakan untuk persiapan ruang isolasi.

“Saya sudah memerintahkan sekprov  maupun Kepala Dinas Kesehatan dan ketua tim satgas Pemprov Malut dan kota Ternate  untuk disiapkan (BLK) sebagai ruang isolasi darurat dalam penanganan Corona,” terangnya.

Pasien yang ada, lanjut AGK, tidak hanya Ternate, bisa saja ada pasien yang ditujuk dari kabupaten/kota. Karena itu, harus dipikirkan langkah-langkah mengantisipasi Covid-19 ini.

“Ini sudah sangat berbahaya. Pemprov sangat serius dalam hal ini. Karena itu, selain rumah sakit rujukan, rumah sakit lainnya di setiap kabupaten/kota, juga harus dipersiapkan penanganan darurat,” pungkasnya.(lfa/fir)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here