Stok Bapok Jelang Puasa Dijamin Aman

0
495
SIDAK: Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Insur Kasan memantau ketersediaan sembako menjelang Ramadan di Malut. (foto: antara)

HARIANHALMAHERA.COM—  Tim satuan tugas (Satgas) Pangan Maluku Utara (Malut), mewarning keras para distributor untuk tidak melakukan penimbunan bahan pokok (bapok) jelang Ramadan.

“Kalau ada oknum yang lakukan penimbunan akan kami tindak tegas,” kata Kepala Satgas Pangan Malut Kombes Pol Masrur, disela-sela meninjau stok kebutuhan bapok di gudang Bulog Ternate, Selasa (23/4).

Menurutnya, berdasarkan hasil pantauan tim Satgas Pangan di lapangan, sejauh ini belum ditemukan adanya praktik penimbunan. Meski begitu, hasil pantauan ditemukan adanya harga bapok jenis bawang merah dan bawang putih yang mengalami kenaikan harga.

Kenaikan ini dikarenakan stoknya yang sangat sedikit. Karena para distributor bawang merah dan bawang putih dalam sekali pengiriman itu hanya dalam jumlah yang sedikit.

“Jadi distributor ini melihat harga pasar, jika harga bawang merah dan putih itu tidak laku maka mereka akan rugi, jadi mereka lihat harga pasar,” akunya.

Hasil amatan tim satgas tersebut ditemukan, stok kebutuhan bapok yang bermasalah hanya pada jenis bawang putih dan bawang merah sementara jenis lainnya seperti beras, cabai dan tomat tidak ada masalah.

“Untuk stok beras ini bisa sampai 7 bulan kedepan,” terangnya.

Sementara, pihaknya memiliki dua jenis pengelolaan beras yakni PSO (Public Service Obligation) dan komersial. Untuk PSO, pihaknya masih memiliki 1400 ton beras yang ada saat ini, namun ada sekitar 3 ribu ton akan dikirim dari Surabaya ke Malut. Sementara untuk Komersil tersisa 1.600 ton

“Kalau untuk beras itu 6 atau 7 bulan di Malut masih aman. Jadi ketersediaan beras ini aman bahkan sampai selesai lebaran,” terangnya.

Kepada masyarakat, Masrur meminta untuk tidak khawatir terkait dengan kelangkaan sembako jelang Ramadan nanti.

“Jangan khawatir, kota pastikan aman stoknya,” pungkasnya.

Melonjaknya harga bawang juga ditemukan pihak Kementrian Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) saat melakukan sidak di pasar Higienis. Bahkan selain bawang ada juga kenaikan harga telur.

Dari pantauan koran ini, harga telur misalnya seminggu sebelumnya  dijual Rp 1.600 per butir, sekarang naik menjadi Rp 1.700 hingga Rp 1.800 per butir. Sedangkan harga bawang merah Rp 50 ribu per kilo padahal sebelumnya dijual sebelumnya bawang merah Rp 30 ribu per kilo. Begitu juga dengan Bawang putih yang kemarin Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 60 ribu per kilo.

Kepala Badan Pengkajian dan Perdagangan Kemendag Insur Khasan juga mengakui kenaikan kenaikan harga akibat pengiriman stok dari Distributor yang berkurang.

“Itu yang nanti kita bahas didapat koordinasi besok (hari ini, red),” katanya.(rri/lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here