Banyak Ortu Minta Sekolah Dibuka

Dispendik Terima Banyak Aduan

0
628
ILUSTRASI siswa aktif dalam belajar mengajar sebelum covid-19. (foto: tribunnews.com)

HARIANHALMAHERA.COM–Jika sebagian orang tua siswa terutama di daerah zona merah Covid-19 belum menyetujui proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, tidak demikian di Kota Ternate.

Walau kasus positif Covid-19 di Ternate terbanyak di Malut, dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Ternate sudah memutuskan proses belajar mengajar dilakukan di rumah, namun sebagian ortu siswa justeru mengeluh dan meminta agar aktivitas belajar mengajar di sekolah kembali dibuka.

Ini diakui langsung Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Ternate, Mahmud J. Abdurahman. Dia mengaku, belakangan ini banyak aduan dari ortu murid yang masuk ke Dikbud.

Sebagian besar meminta agar Dispendik segera mengaktivkan kembali belajar mengajar di sekolah. “Kenyataan yang miris di lapangan ini kan orang tua so ingin, so stres, anak-anak juga so stres, ada yang lewat WhatsApp minta tanggapan kalu bole sekolah dibuka,” katanya.

Persoalan ini lata dia memang menjadi perdebatan luar biasa antar orang tua, guru dan kepala sekolah. Bagi Dispendik, dengan usia siswa rata-rata masih anak-anak, tentu tidak mudah untuk dikendalikan dalam menhjalankan protokol kesehatan (prokes).

“Saya contohkan pembubaran paksa pengunjung pada salah satu Kafe beberapa waktu lalu. Yang ketegorinya orang dewasa dan punya pengetahuan Prokes saja, namun tidak patuh, apalagi anak dibawah umur,”pungkasnya.

Sekalipun siswa masih bisa dikendalikan saat masih berada dilingkungan sekolah, namun tidak demikian jika mereka berada diluar sekolah apalagi di banyak tempat kerumanan.  “Apalagi, rata-rata siswa di Ternate jumlahnya ribuan. Jika terjadi mata rantai penularan maka akan memperparah kondisi yang ada,” katanya.

Karenanya, Dispendik sendiri belum berani untuk membuka proses belajar mengajar di sekolah. Selain belum ada produk hukum yang dikeluarkan oleh Pemda sebagai dasar dan pegangan Dispendik, tingginya kasus Covid-19 di Ternate juga menjadi pertimbangan Dispendik untuk menggelar pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Jika harus dilaksanakan kemudian menimbulkan klaster baru di sekolah, kita juga yang akan disalahkan,” ternagnya.

Dispendik juga akan mengoptimalkan proses belajar online dan offline yang dioptimalkan. Meski metode ini tetap saja masih ada berbagai kendala. “Misalnya daring belum tentu semuanya menggunakan Smartphone, sementara Luring kunjungan guru ke rumah siswa dan banyak kasus didapati sang siswa tak berada dirumah,” cetusnya. (tr3/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here