Dicari ! Suami Bos Karapoto

0
482
Bos Karapoto saat bertatap muka dengan perwakilan nasabah di Lapas Kelas III Ternate beberapa waktu lalu

HARIANHALMAHERA.COM– Harapan para nasabah untuk mendapatkan kembali uang yang mereka investasikan di PT Karapoto Financial Teknologi (fintech), sepertinya sulit terwujud.

Sebab, ratusan miliar uang milik ribuan nasabah itu diduga kuat sudah raib. Apalagi, sang direktur utama (dirut), Fitri Puspita Hapsari Doa alias Upik sendiri sudah lepas tangan terkait pengembalian dana nasabah.

Pengakuan Fitri ini disampaikan langsung kepada perwakilan nasabah yang kembali melakukan ‘inspeksi mendadak’ (sidak) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) perempuan dan anak kelas III Ternate kemarin.

Eko, salah satu dari empat perwakilan nasabah yang diizinkan Polda menemui Fitri di lapas kepada wartawan usai bertemu Fitri mengatakan kedatangan mereka ini memang untuk mempertanyakan suami Fitri, Ardiansyah yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaanya.

Sementara, Fitri sendiri kepada mereka mengaku suaminya sempat berkomunikasi dengan orang tuanya lebaran kemarin. “Karena itu kedatangan kami ke Lapas bertemu langsung Fitri untuk meminta kejelasan agar segera menggantikan uang nasabah,” katanya.

Meski begitu, menurut Emi, sesuai penjelasan Fitri seluruh uang nasabah ada di suaminya oleh karena itu selaku nasabah mereka meminta Fitri membuat pernyataan melalui kuasa hukumnya bahwa uang nasabah benar- benar ada pada suaminya.

“Dia bilang doi Trada pa dia jadi sudah biar dia minta di pengacara tong kasi waktu satu Minggu pa dia untuk komunikasi deng Ardiyansa bakudapa deng Torang pe tim”ujarnya.

Emi dan para nasabah pun siap menemui Ardisnyah dimanapun berada untuk memastikan pengembalian uang mereka. Bahkan, para nasabah ini pun sudah memberikan keringanan bahwa pengemblian uang nasabah bisa dilakukan dengan cicil. “Asalkan dibayar,” katanya.

Nasabah lanjut dia tetap bersabar memberikan waktu sepekan untuk pihak kepolisian berkomunikasi dengan Ardianyah untuk mengatur pertemuan dengan nasabah. “Yang penting torang sudah sampaikan tadi bahwa torang ingin bakudapa deng Ardiyansah karena Fitri mengaku doi samua ada di Ardiyansa yang kelolah yang itu,” ungkapnya.

Terlepas benar atau tidaknya kalau Fitri sudah tidak lagi mengelola uang nasabah, Emi bersama nasabah justru mempertanyakan dari mana dia mendapatkan uang untuk membayar jasa pengacara . “Dari pada pakai bayar pengacara lebih baik dipakai kembalikan uang nasabah,” katanya.

Fitri kepada mereka menuturkan Ardianyah dalam waktu dekat akan melakukan pencairan dana sebesar Rp.100 Miliar di luar negeri, namun dia sendiri tidak diketahui persinya dimana.

Dengan pengakuan itu, dia mencurigai Ardiyansa berada di Jakarta, karena itu kalaupun jika Ardianyah setuju, perwakilan nasabah ini siap bertemu sekalipun di Jakarta. “Kita sudah bilang ke Fitri agar sampaikan ke Ardiyansa bahwa tim inti ingin bertemu membicarakan seperti uang
nasabah itu mau bayar atau tidak. Jadi sekarang yang torang kejar tinggal dia Ardiansyah” cecernya.

Dia juga heran jika komunikasi Ardiyansa dengan orang tua Fitri, kenapa sampai sekarang Polda tidak bisa menangkap Ardiyansa justru Polda berlasan Ardiyansa sering gonta ganti
nomor ponsel.

Dalam sepekan ini, jikalau belum ada kejelasan, mereka akan kembali lagi ke Lapas. Sebab, mereka meyakini Ardianyah pasti selalu berkomunikasi dengan Fitri walaupun lewat orang lain.

Emi menyebutkan, uang yang harus diganti khusus modal saja untuk 100 nasabah jumlahnya mendekati Rp. 30 Miliar. “Kalau mau jumlah seluruh nasabah sesuai data jumlah ratusan miliar. cuman kalau yang Torang mau sekarang kalau dia mau bayar bertahap tidak apa- apa yang
penting bayar Torang yang ada,” terangnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here