Nela Sebut Banyak Penyalahgunaan Lem Aibon yang Tak Terdeteksi

0
70
Nurlela Syarif

HARIANHALMAHERA.COM–Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate Nurlela Syarif menyakini kasus penyalahgunaan lem aibon di kalangan remaja di Ternate cukup masif, namun sejauh ini belum terdeteksi petugas.

Karena itu, penanganan kasus seperti ini tidak hanya menjadi tugas Satpol PP dan aparat kepolisian melainkan tugas bersama. “Karena Satpol PP mungkin hanya menemukan di satu dua titik saja, tapi ternyata dibeberapa lokasi masih ada yang menggunakan lem aibon,  yang tidak sesuai peruntukannya,” katanya.

Nela berharap adanya dukungan dari semua pihak hingga RT /RW dan warga yang mengetahui tempat kumpul para remaja yang sangat mencurigakan untuk melapor kepihak berwajib. “Sehingga darurat penggunaan lem aibon di Ternate dapat teratasi hingga selesai,” ucapnya

Kasus penyalahgunaan lem aibon ini kata dia pernah dibahas Komisi III dengan BNNP Malut untuk mengkajian apakah lem aiboin masuk dalam zat adiktif lainnya atau tidak. “Dan ternyata terbukti bahwa lem aibon ada kandungan salah satu bahan narkotika kelas 1 yang cukup berbahaya,” ucapnya.

Menurut dia, respon Wali Kota terkait permintaan beberapa elemen yang peduli termasuk Talas Center anti narkoba guna berkordinasi dengan BNNP Maluku Utara, sudah cenderung baik, untuk menyiapkan pendidikan vokasi untuk remaja pengguna lem aibon.

“Pertanyaannya kenapa Satpol PP cukup giat dalam mengamankan anak usia remaja yang menggunakan lem aibon. Jika ada yang berpikir ini tugasnya Satpol PP saja maka hal ini tidak akan pernah selesai,” ucapnya.(par/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here