Tepergok, ASN Disdukcapil Malas Datang Pagi

Hanya 11 Pegawai Hadir Dari 60 Orang

0
656
PARAH: Sekkot M Tauhid Soleman saat memimpin apel di Disdukcapil, Sealsa (9/4). (foto: ist/harianhalmahera)

HARIANHALMAHERA.COM— Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate M Tauhid Soleman, terbukti. Ternyata banyak ASN yang malas datang pagi. Buktinya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Padahal SKPD ini sering bersentuhan langsung dengan masyarakat, ternyata hal itu tidak menjamin para ASN displin. Dari jumlah sekira 60 ASN yang ada di dinas itu, hanya 5 orang yang datang paling pagi untuk mengikuti apel. Bahkan, 6 orang ASN pun baru muncul usai apel. Datangnya pun tidak bersamaan, melainkan muncul satu persatu.

“Tadi saya hitung sekira 11 orang  dari total pegawai sekira 60 orang,” kata Tauhid.

Sebagai sanksinya, kata Sekkot, mereka yang tidak disiplin alias terlambat mengikuti apel, wajib ikut apel pagi di Kantor Wali Kota.

“Saya sidak karena sudah diberikan fasilitas kantor baru, kemudian saya melihat aktivitas pelayanan belum nampak,” ungkapnya.

Tauhid tidak menampik belum ada kesadaran kolektif terkait disiplin PNS di Disdukcapil, padahal hal ini sudah berulang kali diingatkan Wali Kota disetiap kesempatan.

“Apalagi Dukcapil ini salah satu pusat pelayanan publik. Masa masyarakat datang duluan pegawai belum datang,” kesalnya.

Menurut Sekkot, kalau dilihat dari tempat tinggal di Ternate dekat. Di sisi lain pegawai yang tinggal di kejauhan, seperti di Kelurahan Sango disiplin dan mengikuti apel pagi.

“Sementara senior-senior yang ada di Dufa-Dufa terlambat datang,” ucapnya.

Kondisi berbeda justru ditemukan orang nomor tiga di Pemkot ini saat Sidak di DPMTSP. Terlihat, kehadiran pegawai cukup banyak. Meski begitu, dia belum bisa pastikan apakah kedatangan PNS di DPMTSP itu sesuai jam kantor atau tidak.

“Karena memang (sidak di DPMTSP) sudah terlambat karena harus sidak Dukcapil duluan,” aku Tauhid.

Ditegaskan, sanksi bagi ASN nanti disampaikan lewat apel. Dikatakan banyak masyarakat yang sudah datang mengambil nomor antrian  sementara pegawai belum ada yang datang.

“Masalah-masalah inilah yang akan disampaikan saat apel nanti,” katanya.

Padahal, tambah Tauhid, dengan diberikannya insentif seharusnya budaya terlambat ke kantor, terutama PNS di SKPD yang bersentuhan dengan pelayanan publik harus berubah.

“Jika tidak bisa lagi, kasi pinda saja tong cari yang rajin-rajin,” tegasnya.(lfa/pur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here