Warga Ternate Keluhkan Tarif Listrik Periode Juni 2020

0
88
Gedung PT. PLN (Persero) (Foto:Net)

HARIANHALMAHERA.COM – Sejumlah warga di Kota Ternate, Maluku Utara, mengeluh tingginya tagihan listrik PLN bagi pelanggan di periode Juni 2020.

Gibran Rabbani, salah seorang warga Kelurahan Salero, Ternate Utara, mengatakan, lisrik di rumahnya menggunakan pasca bayar berdaya 900 VA, yang tidak mendapat subsidi pandemi Covid-19 karena bersatus RM1/900 VA.

Dia mengaku, biasanya tagihan listrik di rumah yang terletak di RT.01/RW.01 Salero itu, tidak lebih dari Rp 800 Ribu. Namun pada tagihan Juni, dia harus membayar hingga Rp1,2 Juta lebih.

“Biasanya itu paling tinggi, Rp 800 Ribu, tapi tagihan Juni naik menjadi Rp 1,2 Juta lebih,” kata Gibran kepada Harianhalmahera.com, Sabtu (6/6).

“Kami tidak mendapat subsidi oleh pemerintah, karena listrik kami masuk kategori RM1, tapi pada bulan ini, ada kenaikan yang sangat besar. Kami berharap ada kebijakan pemerintah untuk kami,” harap Gibran, sambil menunjukan bukti pembayaran listrik dua bulan sebelumnya dan tagihan listrik pada Juni.

Dalam slip tersebut, penagihan pada April, tertulis besaran biaya yang harus dibayar sebesar Rp, sementara tagihan bulan Mei sebesar Rp, sedangkan slip tagihan Juni sebesar Rp1.244.838.

Keluhan tingginya tagihan listrik pada periode Juni, juga disampaikan warga lingkungan Jerbus, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kota Ternate Selatan, Badrun. Kata dia, kenaikan tarif listrik periode Juni naik dua kali lipat dari bulan sebelumnya.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab kenaikan tarif listrik pada bulan ini. “Saya kira hanya di rumah saya, tetapi hampir semua warga Ternate mengeluhkan kenaikan tarif listrik bulan ini,” pungkasnya.

Dia berharap, pihak PLN memberikan alasan rasionalisasi terkait kenaikan tarif listrik untuk bulan ini. Sebab rata-rata yang mengalami kenaikan ini, tidak mendapat subsidi pemerintah di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, seorang petugas loket pembayaran di Kecamatan Ternate Tengah mengaku, kerap mendapat komplain dari pelanggan saat hendak membayar tagihan listrik.

“Iya, sudah banyak yang komplain, mereka kaget ketika kami menyebut jumlah tagihan,” aku petugas loket pembayaran yang enggan namanya dipublish.

Dia mengaku kerap dimarahi pelanggan. Padahal tugasnya hanya menerima pembayaran. “Bukan kami yang menentukan tarif listrik, tetapi tidak jarang, bahkan akhir-akhir ini, kami sering dimarahi pelanggan,” ungkapnya. (tr-3/Kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here