PPK Bubarkan ‘Ngobrol Santai’ Pejabat dan Staf Pemkot Tidore di Posko Aman

0
250
Rumah Ketua RT 06, Riwayat Adam, yang kini dijadikan Posko Pemenang AMAN Jilid 2 di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan. Foto: Nurkholis/Harian Halmahera

HARIANHALMAHERA.COM – Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara, tercoreng.

Sekira tiga orang ASN kepergok ‘bertamu’ di posko pemenang pasangan calon nomor urut 2, Ali Ibrahim – Muhammad Sinen (AMAN) di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan, Kamis malam (16/10).

Dari foto yang diterima Harianhalmahera.com, tampak Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tikep Ismail Dukomalamo, seorang staf di Dinas Pendapatan Daerah Tikep Alfan Gafur, Lurah Dokiri Muis Maradjabesi, serta Ketua RT 06 Riwayat Adam yang rumahnya dijadikan Posko Pemenang AMAN.

Kepala Dinas Pendidikan Tikep, Ismail Dukomalamo, mengaku saat itu dirinya diundang oleh Riwayat ke rumah untuk menikmati air guraka (minuman jahe) dan pisang goreng.

“Saya diminta datang. Katanya ada buat air guraka dan pisang goreng. Jadi bukan pertemuan,” ungkap Ismail kepada Harianhalmahera.com, Jumat (16/10).

Seorang staf di Dinas Pendapatan Daerah Tikep Alfan Gafur tampak menikmati secangkir air guraka, dan Lurah Dokiri Muis Maradjabesi (mengenakan kopiah). Foto: Istimewa

Saat itu, Ismail mengaku tidak tahu jika rumah milik Riwayat sudah dijadikan Posko AMAN. “Kalau saya tahu rumah itu jadi posko, pasti saya tidak datang,” katanya.

Dari pantauan Harianhalmahera.com, dinding rumah bercat cream itu terpampang spanduk besar di depan bertuliskan: Posko Pemenangan AMAN Jilid 2, lengkap dengan tiga bendera PDIP yang berkibar di beranda rumah.

“Tapi waktu saya datang itu malam hari. Jadi saya tidak lihat ke atas (spanduk dan bendera partai),” katanya.

Ditanya apakah saat itu tidak ada penerangan di beranda rumah ?, dijawab Ismail, ada. “Tapi (cahaya lampu) tapele (terhalang) spanduk. Memang ukuran spanduk cukup besar,” katanya.

Sementara, dari jalan umum ke beranda rumah, disebut Ismail, hanya dua langkah. “Saat saya turun (dari mobil), saya tidak sempat melihat ke atas. Apalagi malam juga. Gelap,” katanya.

Lagi pula, menurut dia, Riwayat tidak menyampaikan bahwa rumahnya sudah dijadikan Posko AMAN. “Malam itu kalau dia kasi tahu pasti saya keluar,” ucap Ismail.

Namun ketika Petugas Pengawas Kelurahan (PPK) Dokiri menyampaikan bahwa rumah milik Riwayat adalah posko, Ismail pun kaget.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Tikep, Ismail Dukomalamo, di rumah milik Ketua RT 06, Riwayat Adam, yang kini dijadikan Posko Pemenang AMAN Jilid 2. Foto: Istimewa

“Di situ saya tanya, kenapa kalian tidak kasi tahu. Tapi karena pemilik rumah sudah suguhkan air guraka, terpaksa kami minum. Setelah itu bubar,” tuturnya.

Keterangan yang diperoleh Ismail, spanduk kandidat baru dipasang sore hari. “Pak Lurah juga tidak tahu. Apalagi saya. Di situ juga saya tidak bikin yel-yel, tidak angkat dua jari,” katanya.

Sayangnya, panggilan masuk ke nomor kontak Lurah Dokiri, Muis Maradjabesi, tak kunjung diangkat hingga berita ini dipublish.

Sementara, Ketua RT 06 selaku pemilik rumah, Riwayat Adam, mengaku itu hanya acara kecil-kecilan setelah beberapa pemuda setempat bergotong – royong membuat posko.

“Jadi torang (kami) hanya minum air guraka saja. Kebetulan juga saya dan Pak Kadis (Kadisdik) sudah saling kenal, jadi saya undang dia,” katanya.

Namun di tengah obrolan santai, lanjut Riwayat, tiba-tiba seorang pemuda masuk ke rumah dan memotret pertemuan mereka.

“Kami semua kaget. Ah, kecuali bikin apa kah. Apalagi dia juga bukan panwas. Dia memang cari hal (masalah) itu. Orang dari SALAMAT itu. Dia pe nama Edos,” kata Riwayat sedikit kesal.

Diakui Riwayat, bahwa baik Kadisdik, staf Dispenda, hingga lurah, tidak tahu kalau rumahnya sudah dijadikan posko. Namun keterangan Kadisdik Ismail berbeda dengan Riwayat.

Menurut Ismail, dirinya diundang. Sedangkan kata Riwayat, malam itu Ismail tengah melintas di jalan dan berpasan lalu diminta mampir.

Bahkan spanduk dan tiga tiang dilengkapi bendera PDIP yang berkibar di depan rumah, disebut Riwayat, dilihat oleh Kadisdik. “Dia lihat. Saya panggil masuk kamari. Duduk. Tapi itu tara (tidak) lama setelah panwas datang,” katanya.

Anggota PPK Dokiri Ikra H. Abdurrahman, mengaku dari hasil pantauan di lapangan, disebut bahwa pertemuan itu terjadi secara kebetulan. “Katanya sekadar silaturahmi keluarga,” katanya.

“Jadi saya sampaikan ke mereka, karena rumah ini sudah jadi posko, itu berarti sebagai ASN harus tahu diri. Tidak perlu saya jelaskan panjang lebar soal aturan. Setelah itu kurang lebih 5 menit langsung bubar,” bebernya.

Terpisah, Ketua Panitia Pengawas Kecamatan Tidore Selatan, Ibnu Gandi, mengaku telah melakukan langkah pecegahan atas pertemuan tersebut. “Menurut laporan PPK Dokiri, tiga ASN ini mengaku hanya mampir saja. Tapi pertemuan itu langsung dibubarkan,” katanya.

Dijelaskan Ibnu, prosedur penanganan Bawaslu terkait pertemuan yang melibatkan ASN adalah pencegahan. “Kalau pencegahan tidak diindahkan baru tindakan,” tandasnya. (kho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here