Sampah di Laut Butuh Perhatian Lintas Daerah

0
534
ILUSTRASI sampah di pesisir pantai. (foto: net)

HARIANHALMAHERA.COM— Persoalan sampah di pesisir pantai, tepatnya di Kelurahan Cobo, Kecamatan Tidore Utara, butuh keseriusan dan koordinasi antar daerah.

Sebagaimana dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, DLH Kota Tikep, Faradilla Abdurradjak, kedudukan Tidore, Ternate dan Pulau Maitara ibarat segi tiga bermuda.

Di titik itu, lanjutnya, ini terdapat tiga selat. Sehingga, tumpukan sampah di pesisir pantai Cobo juga diduga kiriman dari wilayah lain.

“Karena posisi Cobo kan tanjung. Jadi kapan saja sampah bisa masuk ke situ,” terangnya, menanggapi keluhan warga.

(lihat: Sehari 45,57 Juta Ton Sampah Rumah Tangga)

Menurut dia, jika air laut pasang, sampah terus bergerak di antara selat tersebut. Namun jika air laut surut, sampah langsung terlihat berserakan di sepanjang pesisir pantai.

“Saat itu kami kirim mobil pengangkut sampah. Tapi belum sempat di angkut semua, air laut sudah pasang,” katanya.

Sejauh ini, penanganan sampah di laut belum berjalan optimal. Namun saat ini pihaknya terus berupaya dari sisi pelayanan. Terutama memperdayakan armada yang hanya berjumlah 10 unit.

“Layanannya meliputi Kelurahan Soasio, Gamtufkange, Indonesiana, Tuguwaji, Tomagoba, Goto, Dowora, Cobodoe, Tomalou. Di Rum sekitar PLTU hingga areal terminal. Khusus Tomalaou, mereka yang mengelola sampahnya sendiri,” terangnya.(gtc/pur)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here