HARIANHALMAHERA.COM– janji kampanye politik 2024 oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua, soal pelabuhan Galela akan ditingkatkan dengan mendorong kapal dari PT Pelni masuk beroperasi rupanya ibarat ungkapan ‘Janji Tak Seindah Bukti’. Pasalnya, orang nomor satu Pemkab Halut itu justeru disebut hianati janjinya lantaran mengusulkan ke Pelni agar kapal-kapalnya masuk di pelabuhan Tobelo pada tahun 2026 nanti.
Usulan kapal PT Pelni masuk ke pelabuhan Tobelo itu disampaikan langsung oleh Bupati Halut, Piet Hein Babua, dalam agenda Pra-Rakor Penyelenggaraan Kewajiban Publik /Public Service Obligation (PSO) Bidang Angkutan Laut Penumpang Kelas Ekonomi T.A.2026, yang digelar Senin (28/7) kemarin secara daring (meeting zoom) di aula kantor pusat PT. Pelni (Persero) jalan Gajah Mada Petojo Utara kecamatan Gambir Jakarta Pusat.
Dalam meeting zoom itu, Bupati Halut mengikuti melalui ruang VIP Bupati yang mana turut dididampingi Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Muhammad Asri Tapi Tapi, Sekertaris Dishub Deni Tonoro, Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dishub Halut Jerry Hoata, Kepala UPP Pelabuhan Tobelo Saharrudin, Kasie Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Muchlis Djunaidy, serta Kasie Kesyabandaran Capt Marianto.
Pertemuan secara daring itu bertujuan agar Pemda yang belum mengusulkan trayek penyelenggaraan kewajiban publik/Public Service Obligation (PSO) bidang angkutan laut penumpang kelas ekonomi T.A.2026 supaya dapat mengirimkan kembali usulan. Alhasil, Bupati Halut pun mengusulkan pelabuhan Tobelo dalam rapat tersebut.
Bupati Halut, Piet Hein Babua, dalam rapat tersebut mengatakan bahwa usulan melalui Gubernur Maluku Utara kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah disampaikan yaitu meminta supaya KM. Ngapulu dapat beroperasi di pelabuhan Tobelo.
“Sejak tahun 2003 pada saat Kabupaten Halmahera Utara dibentuk, belum ada satupun kapal Pelni yang singgah di pelabuhan Tobelo. Padahal dari peta sebararan yang telah dipaparkan dan dipelajari tadi bahwa untuk provinsi Maluku Utara, rata-rata kapal Pelni menyinggahi bagian selatan provinsi Maluku Utara. Sementara bagian Utara belum sempat disinggahi,”katanya.
Mantan Sekda Halut ini pun menuturkan, bahwa kalau di lihat perputaran penumpang maupun barang, tentu Halut merupakan pelabuhan yang sangat ramai, dimana arus penumpangnya dari pelabuhan Tobelo ke pelabuhan Bitung, maupun ke pelabuhan Ambon mengalami peningkatan apalagi pada saat momentum hari besar keagamaan. Namun, sampai saat ini yang diandalkan hanya kapal penumpang biasa ke Sulawesi Utara maupun Maluku (Ambon).
“Ini sangat mengganggu dari sisi keselamatan, karena itu kami Pemda Halmahera Utara mengusulkan pelabuhan Tobelo menjadi salah satu pelabuhan yang disinggahi oleh kapal-kapal Pelni,”tuturnya.
Bupati Piet menambahkan bahwa di Kabupaten Halut ada dua pelabuhan yaitu pelabuhan kontainer dan pelabuhan dermaga tol, sehingga yang terjadi arus barang sangat lancar tetapi arus penumpang lewat laut mengalami kesulitan.
“Dengan kondisi seperti ini, kami berharap PT. Pelni menyiapkan trayek tahun 2026,KM Ngapulu bisa melayani rute pelabuhan Tobelo,”harapnya.
Penyampaian Bupati Halut tersebut langsung mendapat respon positif dari Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT. Pelni, Nuraini Dessy dengan memberikan harapan bahwa pihaknya akan kroscek kembali pelabuhan Tobelo dengan persyaratan yang dipenuhi KM. Ngapulu sehingga bisa segera beroperasi.(cal)