HARIANHALMAHERA.COM– sejumlah agen penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis minyak tanah (MITA) di Kabupaten Halmahera Utara, dikabarkan menaikan harga. Keputusan itu diambil lantaran terbeban operasional yang terdampak pada kenaikan harga BBM nonsubsidi berupa pertamax maupun dexlite.
Informasi yang diterimah di lapangan, beberapa wilayah di Kabupaten Halut telah naik harga BBM subsidi tersebut bervariasi, dimana wilayah Tobelo, misalnya, harga per drum yang sebelumnya sekitar Rp640 ribu, kini naik menjadi sekitar Rp100 ribu. Sementara di Kecamatan Malifut, harga eceran yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.000 per liter, kini tembus lebih dari Rp4.000 per liter.
Kenaikan BBM subsidi itu dibenarkan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Halut, Muis Andi. Mantan Camat Malifut, ini mengatakan bahwa kenaikan minyak tanah tersebut bukan berasal dari perubahan harga subsidi, melainkan dipicu meningkatnya biaya operasional agen setelah harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite mengalami kenaikan.
“Memang sejak tahun 2021 hingga pertengahan 2026 ini, baru terjadi kenaikan harga minyak tanah. Penyebabnya, karena harga Dexlite naik sehingga biaya operasional agen ikut meningkat,”katanya, Kamis (2/7).
Menurutnya, sebelum menerapkan penyesuaian harga, pihak agen telah menyampaikan surat pemberitahuan sekaligus permohonan terhadap Pemkab Halut. “Mereka juga sudah masukkan surat pemberitahuan kepada Pemda, dan kami tidak bisa melarang agen melakukan penyesuaian, karena mereka beralasan biaya operasional meningkat akibat kenaikan harga Dexlite,”ujarnya.(cal)












